LINGKARPENA.ID | Semangat gotong royong kembali terlihat di tengah masyarakat Kabupaten Sukabumi. Warga Kampung Cikatulampa, Desa Sukatani, Kecamatan Surade, berinisiatif melakukan pengecoran jalan kabupaten di wilayahnya secara swadaya. Pekerjaan pengecoran sepanjang 100 meter ini dimulai pada Jumat (10/10/2025) dan mendapat sambutan hangat dari masyarakat sekitar.
Jalan yang dikenal dengan sebutan Tanjakan Iduh itu memiliki kontur curam dan menanjak, sehingga kerap menjadi lokasi yang dianggap rawan bagi pengendara, terutama pada musim hujan. Jalan dengan permukaan tanah dan batu tersebut sering kali licin, menyebabkan kendaraan sulit menanjak bahkan berpotensi tergelincir. Melihat kondisi tersebut, warga pun bersepakat untuk memperbaikinya dengan membangun jalan rabat beton agar lebih aman dan nyaman dilalui.
Menariknya, pembangunan jalan ini tidak menggunakan dana bantuan pemerintah, melainkan murni hasil iuran sukarela masyarakat. Warga secara bergotong royong mengumpulkan dana untuk membeli bahan bangunan seperti semen dan pasir. Tak hanya itu, tenaga kerja dalam pelaksanaan pengecoran pun berasal dari warga setempat yang secara sukarela ikut turun tangan.
“Alhamdulillah, banyak warga yang peduli. Puluhan sak semen dan pasir kami beli dari hasil iuran warga. Bahkan pengerjaannya kami lakukan secara gotong royong tanpa upah, semua demi kenyamanan bersama,” ungkap Suherdi, Kepala Dusun Cikatulampa yang menjadi penggerak utama kegiatan tersebut.
Menurut Suherdi, ide pembangunan ini muncul dari keprihatinan warga terhadap kondisi jalan yang dinilai membahayakan keselamatan pengguna. Ia menuturkan bahwa sudah beberapa kali warga hampir mengalami kecelakaan saat melintas di tanjakan itu, terutama ketika musim hujan tiba.
“Kami tidak ingin menunggu sampai ada korban. Karena itu kami berinisiatif memperbaiki jalan ini dengan kemampuan sendiri. Walaupun sederhana, yang penting aman dan bisa digunakan dengan baik,” ujarnya menambahkan.
Semangat kebersamaan warga Cikatulampa dalam memperbaiki jalan ini menjadi contoh nyata betapa kuatnya nilai gotong royong dan kepedulian sosial di tengah masyarakat pedesaan. Proses pengerjaan dilakukan secara bertahap, di mana sebagian warga menyiapkan bahan bangunan, sementara yang lain bergantian mengaduk semen dan meratakan coran.
Perangkat Desa Sukatani, yang turut meninjau kegiatan tersebut, memberikan apresiasi kepada warganya atas inisiatif yang luar biasa ini. Ia menilai, apa yang dilakukan masyarakat Dusun Cikatulampa merupakan bentuk kemandirian desa dalam membangun, sekaligus wujud nyata partisipasi aktif masyarakat dalam memperbaiki infrastruktur di lingkungannya.
“Pemerintah desa tentu sangat mendukung langkah warga ini. Mereka tidak menunggu bantuan datang, tapi langsung bergerak dengan kebersamaan. Ini adalah contoh positif yang patut dicontoh oleh dusun-dusun lain,” ujarnya.
Dengan adanya pengecoran ini, warga berharap akses di Tanjakan Iduh menjadi lebih aman, lancar, dan nyaman, baik bagi pengguna kendaraan roda dua maupun roda empat. Jalan yang semula licin dan sulit dilalui kini perlahan berubah menjadi jalur yang lebih kuat dan stabil.
Selain meningkatkan keselamatan, pembangunan ini juga diharapkan bisa menunjang aktivitas ekonomi warga, seperti memperlancar distribusi hasil pertanian dan memudahkan akses ke pusat desa maupun kecamatan.
Semangat gotong royong yang ditunjukkan warga Cikatulampa menjadi bukti bahwa pembangunan tidak selalu harus menunggu bantuan pemerintah. Dengan kesadaran, kebersamaan, dan niat baik, masyarakat pun mampu mewujudkan perubahan yang berarti bagi lingkungan mereka.






