Webinar Literasi Media, Kemenkominfo dan DPR RI Ajak Bijak Bermedsos

Lingkarpena.id, JAKARTA – Di era modern sekarang ini, perkembangan media sosial (Medsos) semakin pesat, bahkan sudah seperti nasi yang menjadi kebutuhan pokok sehari-hari. Tak terelakkan, informasi pun semakin terbuka lebar dan tidak sedikit info viral menyebar tanpa disaring terlebih dahulu.

Menyikapi perkembangan media sosial yang semakin pesat tersebut Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) RI, bekerjasama dengan Komisi 1 DPR RI menggelar Webinar Literasi Media, di Hotel Cordela Jalan Kwitang Senen Jakarta Pusat.

Webinar literasi media secara virtual yang mengangkat tema, menjadi bijak bermedia sosial di masa pandemi itu menghadirkan tiga narasumber. Yaitu Anggota Komisi 1 DPR RI Helmy Faishal Zaini, Direktur Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik, Kemenkominfo Widodo Muktiyo, dan Dosen Unusia dan Founder Omah Aksoro Faris Alnizar.

Baca juga:  Pasal-pasal UU KUHP Mengancam Kemerdekaan Pers, Arif Zulkifli: Berbahaya bagi Demokrasi

Baca juga: Harlah Ke-65, Sarbumusi Optimis Kembalikan Kejayaan Masa Lalu

“Kita semua harus bijak dalam bermedia sosial pada saat tergabung dalam sebuah grup. Bahkan, kita sering mendapatkan info viral dari orang lain tanpa kita saring terlebih dahulu berita itu,” ujar Helmi kepada Lingkarpena.id.

Maka dari itu, kata dia, sebelum mensharing informasi yang masuk ke berbagai grup media sosial, harus saring dahulu. Sehingga tidak ikut menyebarkan yang belum tentu valid kebenarannya.

Baca juga:  Foto Viral: 1 Tewas 2 Terluka, Diduga jadi Korban Pembacokan? Ini Penjelasan Polisi

“Maka berhati-hatilah dalam menyebarkan konten-konten berita atau informasi dari orang lain,” tegasnya.

Direktur Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik, Kemenkominfo Widodo Muktiyo memaparkan,
dalam bermedia sosial hendaknya menyampaikan dengan kata-kata yang damai dan menyejukan hati. Hal itu untuk menciptakan situasi dan kondisi yang aman dan tentram.

“Tujuannya, agar masyarakat tidak terpancing emosi dan kemarahan yang ditimbulkan oleh kata-kata yang kita unggah, karena pengaruh media sosial amat dahsyat kepada pihak-pihak yang bersentuhan,” jelasnya.

Baca juga:  Pasca Bencana DPU Berhasil Normalisasi Enam Titik Jalan, Ini Lokasinya

Baca juga: Kemen PUPR Latih Fasilitator Program BSPS di Sukabumi

Sementara itu, Dosen Unusia dan Founder Omah Aksoro Faris Alnizar menambahkan, sekarang ini telah dianugrahi perkembangan teknologi informasi dan komunikasi untuk dimanfaatkan sebaik mungkin.

“Manfaatkan perkembangan teknologi informasi dan komunikasi untuk kemaslahatan sesama umat manusia, menjaga keutuhan persatuan dan kesatuan bangsa. Mari kita bersama-sama menjaga integritas, saling menghormati antar sesama serta tidak menggunakan kata-kata kasar yang bisa memancing situasi menjadi keruh,” tandasnya.

Reporter : Indra Lesmana
Redaktur : Garis Nurbogarullah

Pos terkait