15 Tahun Tak Tersentuh Anggaran Pemda Sukabumi, Jalan Ini Akhirnya Dibangun Swadaya Masyarakat

LINGKARPENA.ID – 15 tahun sudah infrastruktur jalan penghubung dua desa di Jalan Kabupaten tepatnya link 04, Desa Cihaur, Kecamatan Simpenan, luput dari perhatian pemerintah daerah (Pemda) Kabupaten Sukabumi. Padahal jalan tersebut merupakan akses vital warga masyarakat di dua desa tersebut.

Dampak dari infrastruktur yang kurang baik begitu dirasakan masyarakat di wilayah itu. Tingkat kesulitan yang sangat berat saat melintasi jalan karena terdapat banyak genangan dan batu besar, apalagi disaat musim hujan.

Melalui musyawarah dengan warga desa sekitar hasilnya, didapat kesepakatan untuk melakukan swadaya dengan mengecor jalan rusak tersebut. Walaupun hasilnya tidak seberapa tapi mampu mengurangi titik-titik jalan yang tingkat kesulitannya tinggi saat dilalui.

Sebelumnya sudah dilakukan upaya perbaikan dengan pengerasan terlebih dahulu. Itupun hasil dari swadaya warga masyarakat desa sekitar. Warga masyarakat dengan cara donaturan ada yang menyumbangkan uang, semen, batu, pasir, makanan, serta tenaga.

Baca juga:  Brutalla Indonesia Dukung Dishut Jabar Tanam 1000 Pohon Mangrove dan Pelepasan Tukik di Muara Citirem Sukabumi

“Masyarakat secara inisiatif melakukan swadaya pengecoran jalan ini. Ya, betul pengecoran jalan ini murni dari swadaya warga Desa Cihaur. Semua terlibat kerja bakti, baik itu pemuda, tokoh masyarakat, ibu-ibu pun juga tidak mau ketinggalan ikut bergabung dalam pengerjaan jalan ini,” jelas tokoh masyarakat setempat, Muhamad Asep Sujana, kepada awak media menuturkan, Senin (04/01/2022).

Lanjut Asep, hingga hari ini pembangunan jalan sudah mencapai 1 kilometer yang dilakukan pengecoran. Perbaikan jalan dengan ukuran lebar 2 meter. Warga bertekad akan memperbaiki jalan tersebut secara bertahap karena faktor pendanaan.

“Upaya yang dilakukan saat ini terus mengumpulkan dana dari swadaya. Jadi sistem pengerjaan jalan diprioritaskan bagi yang tingkat kerusakan parah. Ya dengan gotong-royong dan kompak, pekerjaan terasa ringan. Masyarakat juga dapat hasil jalan yang maksimal apalagi realisasi jalan melalui pengecoran,” ujar Asep.

Baca juga:  2 SMK Tawuran Akibat Saling Ejek di Medsos, 1 Siswa Meninggal Dunia

Disampaikan Asep, mewakili warga masyarakat Desa Cihaur, berharap pemerintah Desa, Kabupaten, Provinsi maupun pusat, tolong perhatikan dan prioritaskan jalan ini. Menurutnya, biar warga masyarakat bisa merasakan adanya pemerataan soal perbaikan jalan dan infrastruktur yang layak.

Lanjut Asep, masyarakat menyakini suatu saat jalan tersebut nanti sudah selesai diperbaiki akan kembali bagus. Niscaya perekonomian warganya akan tambah membaik, hasil pertanian warga pun bisa dengan mudah diangkut dengan menggunakan roda dua maupun kendaraan roda empat.

“Saya senang meski perbaikan jalan ini tidak ada campur tangan pemerintah, harusnya sih tanggungjawab pemerintah. Pembangunan jalan secara swadaya akhirnya bisa terwujud, apalagi jika didorong oleh pihak pemerintah,” terangnya.

Lanjut Asep, “Sekali lagi warga memohon kepada pemerintah terkait, jika ada anggaran segera perbaiki jalan kabupaten ini. Jalan ini penghubung dua desa, antara desa Cihaur dan desa Kertajaya, Kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi,” tambahnya.

Baca juga:  DKIP Meriahkan HUT RI Ke 77, Kadis: Wujudkan Kebersamaan Bangun Etos Kejuangan

Sementara itu, Kepala desa Cihaur Kecamatan Simpenan Anwar menuturkan dan mengiya kan, jalan tersebut kurang lebih ada 15 tahun tidak mendapatkan perbaikan. Jalan milik Pemerintahan Kabupaten Sukabumi itu diperkirakan sepanjang 9,5 kilometer yang menghubungkan Desa Cihaur dan Desa Kertajaya, Kecamatan Simpenan, Kabupten Sukabumi yang kondisinya rusak parah.

“Ruas jalan Kabupaten ini di link 04 yang dari desa Kertajaya ke desa Cihaur, dengan panjang sekitar 9,5 km. Sudah kita perhitungkan dan diajukan tiap tahun lewat RKPD on-line. Akan tetapi, kemungkinan besar pemerintah Kabupaten Sukabumi mengalami keterbatasan anggaran yang diakibatkan oleh beberapa faktor. Ya, halnya seperti adanya covid -19, sehingga terjadi adanya refocusing anggaran,” timpal Kepala Desa Cihaur.(***)

 

 

 

 

Reporter: Lingkarpena.id

Redaktur: Akoy Khoerudin

Pos terkait