LINGKARPENA.ID – Aksi Cepat Tanggap (ACT) Sukabumi bersama JNE dan beberapa Komunitas siap berangkatkan Truk Kemanusiaan yang membawa bantuan dari masyarakat Kota Sukabumi menuju Lumajang, Jawa Timur.
Pelepasan Truk Kemanusiaan dihadiri dan dilepas langsung oleh Walikota Sukabumi Achmad Fahmi. Walikota menyempatkan hadir disela-sela kesibukannya guna memberikan dukungan atas aksi kemanusiaan ini.
Pelepasan truk kemanusiaan berlangsung dan dilepas di depan Kantor ACT Kota Sukabumi yang dihadiri oleh Camat Warudoyong, Lurah Benteng dan perwakilan dari BPBD Kota Sukabumi serta beberapa Komunitas kemanusiaan.
Kepala Cabang ACT Sukabumi Erwin Wikanda menjelaskan, kolaborasi kemanusiaan yang dilakukan bersama ACT merupakan bentuk nyata kepedulian yang besar dari warga Sukabumi. Hal ini difasilitasi dan digerakkan oleh ACT serta beberapa mitra serta Komunitas untuk para korban terdampak erupsi Semeru yang saat ini masih tinggal di pengungsian.
“Insya Allah ACT menginisiasi gerakan kepedulian dari Jawa Barat untuk saudara kita di Lumajang, Jawa Timur. Target kita ada 21 truk yang akan mengirimkan logistik bantuan ke Posko ACT di Lumajang guna meringankan duka para penyintas erupsi,” ujar Erwin.
Erwin melanjutkan, bantuan yang dikumpulkan baik uang tunai maupun logistik sudah diberangkatkan menuju Lumajang dari Sukabumi, pada Senin (13/12) kemarin. Keberangkatan bantuan tersebut menjadi wujud nyata dukungan masyarakat Sukabumi untuk penyintas letusan Semeru.
“ACT bersama Komunitas dan Mitra yang terlibat mengajak masyarakat Sukabumi untuk bergerak bersama memberikan dukungan terbaiknya untuk saudara kita yang menjadi korban letusan Gunung Semeru. Silakan masyarakat bisa mengirimkan bantuannya melalui ACT Sukabumi di Jalan Taman Bahagia Ruko Amaranta Kota Sukabumi. Atau bisa juga melalui tautan donasi sukabumi.indonesiadermawan.id/ErupsiSemeru,” pungkas Erwin.
Menurut catatan tim Disaster Emergency Response Management ACT, hingga saat ini korban meninggal dunia berjumlah 43 jiwa. Diantaranya 13 orang masih belum ditemukan atau hilang. Sementara 32 orang mengalami luka berat, serta 82 orang mengalami luka ringan.
“Sebanyak 6.542 jiwa hingga saat ini masih mengungsi di 121 titik pengungsian yang ada. Erupsi Gunung Semeru yang terjadi telah menyebabkan 2.970 rumah mengalami rusak ringan hingga berat,” tambah Erwin.(***)






