LINGKARPENA.ID – Pembangunan di kawasan jalan Ahmad Yani yang dilakukan Pemerintah Kota Sukabumi mendapat perhatian bahkan dipertanyakan oleh sejumlah pihak, termasuk paguyuban para pengusaha toko di sepanjang jalan Ahmad Yani.
Menanggapi hal ini, Wali Kota Sukabumi Achmad Fahmi menyebut, bahwa penataan di kawasan Ahmad Yani merupakan bagian pembangunan yang tidak terpisahkan dari penataan kawasan alun-alun dan Lapang Merdeka Kota Sukabumi dengan berbagai pertimbangan.
TRENDING: Download Aplikasi Penghasil Uang Tanpa Undang Teman
“Penataan dilakukan dengan beberapa pertimbangan, diantaranya untuk menciptakan kawasan kota yang tertata dan rapi, yang diperuntukkan bagi para pejalan kaki sekaligus untuk meningkatkan perekonomian Kota Sukabumi,” ujarnya dikutip dari rilis Humas Pemkot Sukabumi pada Senin (6/12/2021).
Dalam sebuah dialog yang digelar bersama paguyuban pengusaha toko Ahmad Yani, Achmad Fahmi menegaskan dirinya membuka ruang komunikasi seluas-luasnya untuk menyelesaikan berbagai pertanyaan dan kendala yang muncul dalam proses penataan kawasan Ahmad Yani.
Dialog yang juga turut dihadiri oleh Wakil Wali Kota, Sekretaris Daerah, serta para pimpinan Perangkat Daerah Pemerintah Kota Sukabumi tersebut diselenggarakan di Balai Kota, pada hari Jum’at (3/12/2021).
Dalam kesempatan dialog tersebut Achmad Fahmi memberikan penjelasan kepada paguyuban para pengusaha toko di kawasan Ahmad Yani terkait berbagai pertanyaan yang muncul dalam pengerjaan penataan kawasan terutama mengenai kantong parkir di jantung kota Sukabumi itu.
Fahmi menjelaskan, beberapa titik sudah disiapkan untuk lahan parkir yang terdiri dari tiga lokasi untuk parkir motor dan dua lokasi untuk parkir mobil. Dalam penyediaan lahan parkir tersebut Pemerintah Kota Sukabumi salah satunya akan bekerjasama dengan pengelola Citimal.
TERPOPULER: Download Aplikasi Ucapan Selamat Natal dan Tahun Baru
“Sementara untuk penempatan PKL (Pedagang Kaki Lima), Pemerintah Kota Sukabumi berencana akan melakukan relokasi para PKL yang berjualan di Jalan Ahmad Yani. Dalam pelaksanaannya nanti pasti akan ada masa transisi atau adaptasi,” jelasnya.***






