LINGKARPENA.ID | Tiga ekor kambing milik Herman, warga Kampung Cigarung RT 06/02, Desa Mekarjaya, Kecamatan Ciemas, Kabupaten Sukabumi, tewas diduga dimangsa macan tutul (Pantera Pardus) Minggu (25/8/2024).
Informasi dihimpun, kejadian tersebut pada Minggu sekira pukul 03.00 WIB. dini hari. Hewan ternak ditemukan dalam kondisi mati dengan leher berlumuran darah penuh bekas gigitan. Herman menduga ternaknya menjadi korban gigitan hewan buas.
Kepada awak media Herman menuturkan, dimangsanya dua kambing miliknya itu diperkirakan sekira pukul antara 03.00 WIB dini hari.
“Saya menduga kejadian itu pada dini hari, sebab tengah malam saya masih tidur. Pada pagi hari saat saya memeriksa kandang, kambing sudah pada mati dengan kondisi leher bekas gigitan hewan buas. Mungkin ini digigit Macan tutul,” jelas Herman.
Letak kandang kambing milik Herman memang cukup jauh dari pemukiman warga, hal itu untuk menjaga kenyamanan dan dampak lainnya yang merugikan orang lain.
Kepala Desa Mekarjaya Widayunita saat dikonfirmasi lingkar pena.id menuturkan,
menurut laporan warga pemilik ternak, kata dia, matinya dua ekor kambing tersebut bukan dimangsa macan tutul.
“Saya menerima laporan dari warga pemilik ternak, tewasnya ternak tersebut bukan dimangsa macan tutul, melainkan binatang buas berwarna hitam, kalau tidak salah warga disini menyebutnya selang,” ujar Widayunita.
Hebohnya penampakan macan tutul di Desa Tamanjaya, Kecamatan Ciemas pada dua hari lalu membuat warga cemas. Sebab jarak antara Desa Tamanjaya dengan Desa Mekarjaya sekitar 5 kilo meter, jarak yang tidak terlalu jauh untuk seekor binatang berkategori buas.
Namun hal itu ditampik Widayunita. Karena dirinya mengaku sempat berkordinasi dengan pihak terkait bahwa macan tutul yang muncul di Desa Tamanjaya posisi perjalanannya tidak mengarah ke desa Mekarjaya.
“Kami mendapat informasi macan tutul kemarin itu posisinya tidak mengarak ke desa kami,” pungkas Widayunita.






