LINGKARPENA.ID | Meskipun serbuan camilan kekinian kian menjamur, namun hasil olahan yang satu ini tak kalah menarik, bisa membuat lidah bergoyang. Ya, itulah camilan berbahan dasar rumput laut asli, namanya dodol kering ager Laut Minajaya.
Kudapan rasa manis jika di santap dengan sensasi kering diluar kenyal di dalam ini meskipun makanan kampung namun tidak kampungan.
Kudapan atau camilan ini banyak dibuat warga Pajampangan, terutama disaat menjelang acara acara tertentu, hajatan atau syukuran, bahkan sangat booming menjelang lebaran.
Dodol atau biasa disebut manisan ini sering dijumpai dibeberapa daerah. Bentuk dan rasanya sama, namun dodol yang bahan bakunya rumput laut Minajaya punya karakteristik tersendiri. Ketika disantap ada sensasi khas, kering diluar kenyal didalam.
Dodol atau manisan ini umumnya dibeberapa tempat dibuat dari agar agar instan siap pakai. Namun dodol atau manisan Pajampangan ini dibuat dari rumput laut yang dipetik langsung di Laut Minajaya.
Cara mengolah :
Rumput laut yang dipetik dari Laut Minajaya kemudian direndam beberapa waktu, tujuannya untuk melunturkan rasa asin. Setelah itu rumput laut ini dijemur selama beberapa waktu tergantung kondisi cuaca.
Setelah benar benar kering lalu direndam kembali sampai jika diraba terasa kenyal. setelah itu ditiriskan. Kemudian rumput laut tersebut dihancurkan dengan blender. Jika sudah menjadi tepung, rebus dengan api sedang dan ditambahkan gula sesuai selera.
Selama perebusan lakukan pengocekan untuk menghindari terjadinya gumpalan. Jika dodol sudah mulai menggumpal, kecilkan api. Jika sudah benar benar kenyal dan kaku, siapkan wadah atau cetakan. Dodol akan mengering dengan sendirinya. Iris dodol yang sudah mengeras tadi, dipotong sesuai selera.
Dodol yang sudah dipotong itu kemudian dijemur dijemur diterik matahari selama lima hari bahkan lebih, tergantung cuaca.
Setelah penjemuran, dan dodol sudah mengering bagian luarnya, dodol dinyatakan siap untuk disantap.
Pembuatan dodol atau manisan ini sekarang lagi digalakan Kelompok Sadar Wisata ( Pokdarwis ) Minajaya Beach, Desa Buniwangi, Kecamatan Surade, Kabupaten Sukabumi. Bahkan ini menjadi mata pelajaran di Ruang Edukasi Terbuka, progam yang sedang gencar disosialisasikan Pokdarwis Minajaya Beach.
Diketahui saat ini Pokdarwis Minajaya tengah memberdayakan kaum ibu – ibu warga Kampung Sindangjaya, Desa Buniwangi, Kecamatan Surade.
“Pemberdayaan ini bertujuan untuk menciptakan lapangan kerja bagi ibu ibu dengan harapan mereka bisa mendapatkan income selain dari suaminya. Selain itu, harapan kedepannya olahan ini menjadi icon objek wisata Pantai Minajaya,” kata Jusup Sadam, Ketua Pokdarwis Minajaya.
Adalah Mamah Caca, sang inisiator yang juga pengurus Pokdarwis Minajaya, sebagai motor penggeraknya. Untuk memproduksi massal kata dia, ada dua kendala yang dihadapi, yakni terbatasnya permodalan dan packing ( pengemasan ).
“Alhamdulilah pemesanan mulai lancar. Hanya saja kami tidak bisa memproduksi secara massal, terbentur modal,” katanya.
Selain itu, kata dia, saat ini pengemasan belum sempurna. Kedepannya pengemasan akan disesuaikan dengan trend pasar, diberi label dengan wadah semenarik mungkin. “Doakan saja semoga berhasil,” pungkasnya.






