LINGKARPENA.ID | Dunia anak adalah dunia suka suka, dan masa kanak kanak adalah masa yang paling indah. Namun hal itu tak berlaku bagi Dafa. Bocah berusia 11 tahun itu kini hari harinya dilalui dengan derita.
Bocah polos dari pasangan Dadin (41) dan Eneng (35), warga Kampung Cirendang RT03/01, Desa Cirendang, Kecamatan Cikakak, Kabupaten Sukabumi, kini harus menerima kenyataan pahit setelah dokter memvonis
nya sebagai penderita penyakit Thalasemia.
Penyakit langka yang diderita bocah polos ini dialaminya sejak ia berusia 7 bulan. Ini menjadi sumber kesedihan keluarga Dadin. Betapa tidak, lantaran untuk kesembuhan anaknya itu diperlukan biaya tidak sedikit. Sementara kondisi keuangan untuk itu tidak memungkinkan.
Anak yang seharusnya bisa menikmati masa sekolah dan bermain seperti anak-anak seusianya, kini hanya bisa terbaring lemah di tempat tidurnya. Lebih miris lagi, Dafa tidak bisa berjalan dan hanya mampu berbaring, membuatnya bergantung penuh pada perawatan medis.
Setiap minggunya, Dafa harus menjalani pengobatan rutin di RSUD Palabuhanratu. Kondisi ini menambah kecemasan keluarga, terlebih karena keterbatasan ekonomi yang mereka hadapi. Keluarga Dadin dan Eneng hidup dengan sangat sederhana dan tidak mampu menanggung biaya pengobatan yang terus meningkat.
Keluarga berharap, dengan adanya pemberitaan ini, pihak-pihak yang peduli dapat mengulurkan tangan untuk membantu biaya pengobatan Dafa. Mereka berdoa agar Dafa bisa mendapatkan perawatan yang lebih baik dan kesempatan untuk sembuh dari penyakit yang dideritanya.
Sementara Camat Cikakak, Sutopo, yang dikonfirmasi lingkar pena.id mengatakan, ia baru mengetahui adanya kasus tersebut. Dan setelah mencari informasi, Sutopo kembali menghubungi pihak tersebut.
“Ya anak tersebut betul warga Cirendang dan kaitan penyakit yang diderita sudah rutin ditangani oleh rumah sakit, karna harus transpusi darah,” ujarnya.
Kata dia, pihaknya akan berkoordinasi dengan Pemdes Cirendang untuk penanganan selanjutnya.






