LINGKARPENA.ID | Perkembangan layanan kesehatan berbasis terapi regeneratif di Kota Sukabumi mulai menunjukkan hasil positif. Salah satu pasien yang menjalani terapi stem cell di RSUD R. Syamsudin, S.H. atau RSUD Bunut dilaporkan mengalami kemajuan signifikan setelah menjalani serangkaian pengobatan.
Wali Kota Sukabumi, Ayep Zaki, turun langsung meninjau kondisi pasien bernama Yuri bersama Direktur RSUD R. Syamsudin, S.H., H. Yanyan Rusyadi. Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan perkembangan terapi yang dijalani pasien berjalan optimal.
Sebelumnya, Yuri diketahui mengalami gangguan nyeri sendi lutut kronis hingga kesulitan berjalan dan harus menggunakan tongkat. Namun setelah menjalani terapi regeneratif, kondisinya mulai membaik dan kini sudah dapat berjalan tanpa alat bantu.
“Perubahannya sangat terlihat. Sekarang beliau sudah bisa berjalan sendiri dan kondisi kesehatannya tampak jauh lebih baik,” ujar Ayep Zaki.
Berdasarkan keterangan tim medis, pasien mendapatkan terapi suntikan stem cell berupa Secretome dan Hyaluronat dengan total 98 juta sel punca. Penanganan tersebut menjadi bagian dari pengembangan layanan regenerative medicine yang tengah diperkuat di RSUD Bunut.
Sementara Direktur rumah sakit, H. Yanyan Rusyadi, mengatakan pengembangan terapi regeneratif merupakan upaya rumah sakit daerah untuk menghadirkan pelayanan kesehatan yang mengikuti kemajuan teknologi medis.
“Kami ingin layanan kesehatan di rumah sakit daerah terus berkembang sehingga masyarakat bisa mendapatkan pengobatan modern yang aman dan terukur tanpa harus keluar daerah,” katanya.
Pemerintah Kota Sukabumi menilai keberadaan pusat terapi regeneratif menjadi langkah strategis dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan daerah. Selain memperkuat fasilitas, rumah sakit juga terus membuka peluang kerja sama riset dan pengembangan teknologi medis.
Di sela kunjungannya, Ayep Zaki turut memberikan motivasi kepada pasien agar tetap menjaga kesehatan dan menjalani proses pemulihan dengan disiplin.
“Semoga kesehatan Pak Yuri terus membaik dan bisa kembali beraktivitas seperti biasa,” pungkasnya.(adv).






