LINGKARPENA.ID | Jaringan Pergerakan Masyarakat Sukabumi Selatan, (JPMSS) Pajampangan, terus menyuarakan pentingannya saluran pasokan listrik ke wilayah Pajampangan. Hal tersebut dikeluhkan sering padamnya aliran listrik karena terbatasnya ketersediaan pasokan daya listrik.
Untuk menjawab kebutuhan listrik masyarakat pajampangan tersebut pihak PT. PLN sedang bekerja berupaya menuntaskan pembangunan Jaringan Tower SUTT 150 KV Palabuhanratu – Palabuhanratu Baru.
Dalam perjalanannya, usaha yang dilakukan PT. PLN terkendala adanya penolakan dari PT Cakra Mas sebagai pemilik lahan, menolak lahannya dijadikan tapak tower T32 dan T33.
Ketua Pergerakan Masyarakat Sukabumi Selatan, Saeful Usman, menyayangkan sikap arogansi PT. Cakra Mas yang menolak tim dari PT. PLN, BPN, dan Kejari Sukabumi yang datang ke lokasi, Desa Cihaur, untuk melakukan inventarisasi dan pengukuran lahan untuk tapak tower.
“Kami mewakili masyarakat Pajampangan sangat kecewa dengan sikap dan penolakan pihak PT. Cakra Mas. Harusnya pihak Cakra Mas melihat ini kan untuk kepentingan masyarakat umum seharusnya di dukung,” ujar Saeful Usman.
Lebih lanjut kata Saeful Usman, jika upaya dan kerja keras yang dilakukan pihak PT PLN dalam menuntaskan pembangunan 2 tower di Desa Cihaur, Kecamatan Simpenan dihambat, berdampak tidak akan tuntasnya pembangunan jaringan SUTT, berakibat pasokan listrik ke Pajampangan tidak optimal.
“Kami menyerukan pada masyarakat Pajampangan untuk bersama sama turun mengawal percepatan pembangunan Jaringan SUTT khususnya pembangunan tower T32 dan T33,” tegas Saeful Usman.
Dijelaskan Saeful Usman, pemerintah wajib menjamin ketersediaan listrik untuk masyarakat Pajampangan, khususnya masyarakat pelaku usaha kecil dan menengah, pelaku usaha hotel, dan industri.
“Sekarang masyarakat Pajampangan masih mengeluhkan aliran listrik sering mengalami gangguan, sering mengalami padam serta penurunan daya sehingga mengakibatkan kerusakan alat alat elektronik warga masyarakat,” ungkapnya.
Mengingat sangat pentingnya ketersediaan listrik untuk kebutuhan masyarakat di wilayah selatan Sukabumi, serta untuk mendorong kemajuan perekonomiannya, solusi cepat pemerintah dan pihak pihak terkait harus adanya percepatan dalam melaksanakan pembangunan jaringan tower SUTT 150 KV Palabuhanratu – Palabuhanratu Baru yang masih terkendala pembangunan 2 tower T32 dan T33 di Desa Cihaur Simpenan Kab.Sukabumi.
Dalam konfrensi pers di Palabuhanratu, Minggu ( 26/1/2025 ), Saeful Usman sebagai Ketua JPMSS menyampaikan pernyataan sikapnya, antara lain.
1. Harus tuntasnya dengan cepat pembangunan tower SUTT 150 KV Palabuhanratu Palabuhanratu Baru. Agar kebutuhan listrik untuk wilayah selatan Sukabumi cepat terwujud.
2. Menindak tegas pihak pihak yang secara sengaja menghalangi menghambat pembangunan jaringan tower SUTT 150 KV khusunya pembanguan tower T32 dan T33 di Desa Cihaur, yang tidak mendukung pembangunan untuk kepentingan negara dan untuk kepentingan publik masyarakat Sukabumi Selatan.
3. Kami mengajak pada semua stakeholder masyarakat Sukabumi khususnya masyarakat Sukabumi Selatan untuk mengawal bersama pemerintah tuntasnya pembangunan infrastruktur jaringan tower SUTT 150 KV Palabuhanratu Palabuhanratu untuk menjamin ketersediaan listrik warga masyarakat di wilayah Sukabumi Selatan.






