Tim Nakes Puskesmas Jampangtengah Beri Penanganan Serius Warga Cijulang dengan Cara Jemput Bola

FOTO: Tim tenaga kesehatan dokter masuk kampung Puskesmas Jampangtengah saat memberikan pelayanan kesehatan warga dengan cara jemput bola.| Istimewa

LINGKARPENA.ID | Puskesmas Jampangtengah, Kabupaten Sukabumi, memberikan penanganan serius kepada Misat (62) tahun, warga Kampung Nagrak RT 23/07, Desa Cijulang, Kecamatan Jampangtengah, Kabupaten Sukabumi, yang menderita osteoarthritis dan osteoporosis.

Radang sendi Osteoarthritis termasuk jenis yang paling sering terjadi. Osteoarthritis muncul akibat ada masalah di bagian lapisan tulang rawan. Bagi penderitanya, radang sendi ini akan menyebabkan sulit bergerak.

Osteoporosis adalah salah satu penyakit degeneratif yang ditandai dengan penipisan jaringan tulang dan penurunan kepadatan tulang dengan cepat. Kondisi ini dapat mengakibatkan tulang menjadi keropos dan mudah patah.

Kepala Puskesmas Jampangtengah, H. Sopyan Efendi mengungkapkan, awalnya pasien mengeluh sakit pada kedua kakinya dan sejak itu tidak dapat berjalan selama 9 bulan. Pasien sering mengeluh nyeri perut sampai ke bagian bawah.

“Keluhan yang dirasakan pasien berawal sejak 2 tahun lalu. Sekarang kondisinya semakin memburuk,” ujarnya

Lanjut kata Sopyan Efendi, pasien tersebut sering menjalani pengobatan dari mulai ke perawat terdekat dan ke klinik Enda, sesuai dengan fasilitas kesehatan BPJS yang dimilikinya, namun tak ada perkembangan membaik.

“Pasien belum pernah berobat ke rumah sakit dikarenakan keterbatasan gerak, biaya, dan transportasi, sehingga pasien memutuskan untuk berhenti berobat,” tambah Sopyan Efendi.

Karena terkendala jarak antara rumah pasien dengan Puskesmas cukup jauh, sehingga pelayanan diberikan dengan sistem jemput bola oleh tim dokter masuk kampung yang melibatkan beberapa tenaga kesehatan (nakes) Puskesmaa Jampangtengah.

“Kami berusaha sekuat tenaga supaya pasien dapat tertangani. Pernah kami bujuk untuk di rujuk ke rumah sakit di luar wilayah Jampangtengah, namun terkendala dengan keluarga pasien yang belum siap. Kami memaklumi itu karena kondisi ekonominya yang kurang beruntung,” pungkas Sofyan.

Pos terkait