Maraknya Taksi Gelap, Ratusan Sopir Elf Pajampangan Gelar Aksi Minta Dishub Sukabumi Tegaskan Aturan

FOTO: Koordinator aksi AAEPJN H Isep Dadang Sumkana saat menyuarakan sejumlah keluhan para sopir elf pajampangan di halaman Dishub Kabupaten Sukabumi, pada Senin (3/2/25).| dok: Jajang S

LINGKARPENA.ID | Ratusan Sopir, Pengusaha dan pemilik elf (mikro bus) yang tergabung dalam komunitas Angkutan Elf Pajampangan (AEPJN) menggelar aksi unjuk rasa di Kantor Dinas Perhubungan Kabupaten Sukabumi, Senin, 3 Pebruari 2025.

Dari pantauan lingkarpena.id dilapangan, puluhan mobil Elf dari berbagai wilayah, seperti Jampangkulon, Surade, Kalibunder, Tegalbuleud dan Ciracap turut hadir di halaman Kantor Dishub Kabupaten Sukabumi.

Aksi massa Perkumpulan Angkutan Elf Pajampangan (AEPJN) itu dipicu oleh maraknya angkutan umum ilegal yang beroperasi di wilayah Kabupaten Sukabumi khususnya di Pajampangan.

Baca juga:  Janji Hadi Berantas Mafia Tanah, Ini Tanggapan Sekjen Perhimpunan INISIATIF dan Eks Direktur Walhi Jawa Barat)

Koordinator aksi, H. Isep Dadang Sukmana menyebut, aksi ini merupakan upaya Komunitas AEPJN dalam menuntut hasil dari pertemuan sebelumnya pada 17 November 2019 di Kantor Dishub Kabupaten Sukabumi.

Lanjut H Isep, pada waktu itu dimana pihak pihak terkait menjanjikan akan melakukan upaya penertiban terhadap maraknya angkutan ilegal (taksi gelap).

“Kami hadir disini untuk menuntut dan meminta keadilan kepada pemerintah mulai dari tingkat daerah hingga pusat untuk menertibkan angkutan gelap (taksi gelap) yang sekarang jumlahnya semakin banyak,” ujarnya.

Baca juga:  Dishub Rilis Tarif Baru Angkutan, Ini Jawaban Ketua Organda Kabupaten Sukabumi

Dikemukan H. Isep Dadang Sukmana, dengan maraknya angkutan ilegal berdampak pada penghasilan para sopir elf. Para pengusaha dan sopir elf mengeluh sejak maraknya angkutan ilegal taksi gelap.

Massa aksi menilai otoritas terkait terkesan melakukan pembiaran, tidak ada sanksi tegas bagi taksi gelap. Padahal secara aturan hukum mereka legal serta memberikan pemasukan kepada pendapatan daerah melalui pajak yang mereka bayarkan.

Baca juga:  Komunitas Driver Ojol dan Taksi Online Sukabumi Akan Gelar Aksi Damai

“Kami meminta pihak terkait untuk mengambil tindakan dalam waktu secepatnya. Jika ini diabaikan akan memperparah situasi dan berpotensi terjadinya gesekan dilapangan,” papar H. Isep Dadang Sukamana.

Pos terkait