Ini Ungkapan Ema, Bibi Samson Sukabumi Usai Tagedi Berdarah

FOTO: Ilustrasi pengeroyokan.| Istimewa/net

LINGKARPENA.ID | Kasus tragis yang dialami Suherlan (33) alias Samson, menyisakan duka mendalam bagi Ema Purnamasari (45) Tahun warga Kampung Selagedang, Desa Cidadap, Kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi.

Ema Purnamasari sendiri adalah bibi dari Samson. Usai peristiwa tragis yang dialami keponakannya, Ema menceritakan pertemuan terakhirnya dengan keponakan tercintanya itu.

Menurut Ema, sebelum kejadian itu Samson sempat menemuinya. Bahkan keponakannya itu seharian tinggal dan menginap dirumahnya.

“Beberapa hari sebelum kejadian Suherlan sering datang ke sini. Dia makan dan menginap di sini. Bahkan sepulangnya dari rumah sakit Marzoeki Mahdi, Suherlan pulangnya ke sini,” kenang Ema.

Baca juga:  Akibat Selang Kompor Gas Bocor, Rumah Wasitoh Terbakar Hebat di Simpenan Sukabumi

Ada kenangan mendalam, kata Ema, dimana hari hari terakhir kepergian keponakannya itu, Samson pernah mendatanginya dan meminta Ema untuk mengurus anak semata wayangnya. “Bi saya titip anak ya,” ujar Ema menirukan ucapan Samson.

Di akui Ema, ia pun sering menasehati keponakannya agar tidak membuat onar dikampungnya. “Sebelum peristiwa itu terjadi Suherlan sempat pergi ke masjid untuk shalat,” kata Ema.

Diceritakan Ema, ia mengetahui peristiwa tragis itu dari kabar tetangganya, padahal saat kejadian suami Ema sendiri melihat keramaian di daerah Cihurang, dan tak tahu kalau itu insiden yang dialami keponakannya.

Baca juga:  Pandawara Group Dibantu Ratusan Masyarakat Bersihkan Sampah Pantai Cibutun Sukabumi

Ema mengakui kalau di keluarga, Samson merupakan sosok yang baik, meskipun terkadang berulah dan membuat onar dilingkungannya.

“Saya sempat dengar dan melihat sendiri dia bikin onar. Tapi kalau di lingkungan sini, dia tidak pernah punya masalah dengan warga,” jelasnya.

Dikatakan Ema, Samson sempat berkeluarga dan dikarunia seorang anak, kini berusia dua tahun enam bulan. Sejak bercerai dengan isterinya Samson berusaha ke laut untuk memenuhi kebutuhan anaknya.

“Kalau lagi bekerja, usai melaut ia selalu pulang membawa susu untuk anaknya. Segila gilanya manusia, tentu ada sisi baiknya,” kata Ema.

Baca juga:  Jalan di Selatan Sukabumi Dua Kali Kena Longsor Disorot Warga

Sebelum peristiwa tragis dialami keponakannya, Ema sempat merasakan firasat lain. Menurutnya tak biasanya Samson duduk mendekatinya dan meminta sesuatu.

“Ia meminta ingin makan dengan goreng ikan. Saat itu ia mengaku pusing dan perasaan tak tenang,” tandas Ema.

Ada satu sikap Samson yang terlihat aneh dan jarang dilihat Ema sebelumnya, dimana Samson sempat bersujud dan kembali menitipkan anaknya kepada Ema.

“Saya berharap pihak kepolisian segera memproses pelaku. Keponakan saya ini bukan hewan, tapi manusia. Ini tidak setimpal dengan perbuatannya. Saya minta hukum yang seadil-adilnya,” tutup Ema.

Pos terkait