LINGKARPENA.ID | Kesunyian dini hari di Kampung Pasir Ceuri, RT 001/009, Desa Cikangkung, Kecamatan Ciracap, Kabupaten Sukabumi, mendadak berubah menjadi kepanikan setelah kobaran api melalap sebuah rumah milik Sukaesih, Sabtu (6/6/2026) sekira pukul 02.20 WIB dini hari tadi.
Saat peristiwa terjadi, pemilik rumah diketahui sedang berada di luar kota. Tidak ada seorang pun yang berada di dalam rumah ketika api mulai membesar. Api menghanguskan bangunan rumah permanen berukuran sekitar 7 x 9 meter tersebut.
Berdasarkan hasil asesmen awal di lapangan, kebakaran diduga dipicu oleh korsleting listrik yang menimbulkan percikan api hingga akhirnya membakar seluruh bagian rumah.
Tagana Kecamatan Ciracap yang menerima informasi kejadian langsung bergerak ke lokasi untuk melakukan asesmen dan berkoordinasi dengan berbagai unsur terkait.
Koordinator Tagana Kecamatan Ciracap, Hendra Gunawan, mengatakan pihaknya segera melakukan penanganan awal bersama pemerintah desa dan unsur terkait lainnya.
“Setelah menerima laporan, kami langsung menuju lokasi untuk melakukan asesmen serta berkoordinasi dengan pemerintah desa, P2BK, dan Forkopimcam. Kami juga memberikan imbauan kepada warga sekitar agar lebih waspada terhadap potensi kebakaran, terutama yang disebabkan instalasi listrik,” ujar Hendra Gunawan.
Akibat kejadian tersebut, satu keluarga dengan dua jiwa terpaksa mengungsi. Beruntung tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam peristiwa tersebut.
Selain melakukan pendataan, Tagana juga menginventarisasi kebutuhan mendesak yang diperlukan korban, di antaranya pakaian, kasur, tenda, makanan, perlengkapan mandi, serta kebutuhan sehari-hari lainnya selama masa pemulihan pascabencana.
Sementara itu, Danpos Damkar Surade, Widi Sukardi, mengungkapkan bahwa pihaknya tidak menerima laporan saat kejadian berlangsung.
“Kejadian kebakaran tersebut tidak masuk laporan ke Pos Damkar Surade sehingga kami tidak menerima informasi saat peristiwa berlangsung. Informasi yang kami peroleh baru diketahui setelah kejadian,” kata Widi Sukardi.
Cuaca cerah saat kejadian diduga membuat api cepat terlihat oleh warga sekitar. Sejumlah unsur yang hadir di lokasi antara lain Tagana, kepala dusun, ketua RT, dan masyarakat setempat yang membantu proses penanganan awal.
Hingga saat ini, pendataan kerugian masih dilakukan. Pemerintah desa bersama unsur terkait terus berkoordinasi untuk menyalurkan bantuan darurat bagi keluarga terdampak agar kebutuhan dasar mereka dapat segera terpenuhi.






