Disdagin Kabupaten Sukabumi akan Wujudkan Hilirisasi Produk Lokal

LINGKARPENA.ID | Disdagin berharap wujudkan hilirisasi produk lokal tidak hanya dijual dalam bentuk produk mentah atau bahan, akan tetapi sampai menjadi produk akhir, sehingga menimbulkan efek domino dalam pengembangan ekonomi daerah.

 

Kepala Dinas Perdagangan dan Industri (Disdagin) Kabupaten Sukabumi, Dani Tarsoni menyebut bahwa hal itu dimaksudkan agar aktivitas para pelaku Industri Kecil Menengah (IKM) atau Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) bisa memberikan dampak langsung yang saling menguntungkan bagi warga sekitar.

Baca juga:  Kasdim 0607 Hadiri Gerakan Panen Padi Nusantara 1 Juta Hektar di Kabupaten Sukabumi

 

“Kami sedang susun mekanismenya, agar para pelaku industri ini punya akses langsung kepada para petani, untuk IKM yang menggunakan bahan dasar produknya dari bahan-bahan hasil pertanian,” ungkapnya.

 

Hal tersebut juga dilakukan sebagai bentuk evaluasi akan adanya aduan dari para pelaku IKM dan UMKM pada beberapa waktu kebelakang yang mengeluhkan tentang kelangkaan bahan baku produksi seperti kelapa dan beras ketan.

Baca juga:  Burung Berkicau Meriahkan HUT Bhayangkara ke 77 Polres Sukabumi

 

“Kita ingin teman-teman di Dinas Pertanian yang mempunyai binaan Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan), mestinya berkomunikasi langsung dengan kami (Disdagin) dulu, dengan para IKM,” cetus Dani.

 

Dani juga Mengatakan bahwa memang ketika sudah menyangkut persoalan bisnis atau penjualan hasil pertanian, itu adalah kewenangan para petani sendiri, akan tetapi di daerah-daerah itu terdapat pelaku Industri Kecil, yang semestinya bisa ekonomic sirkular-nya disitu.

Baca juga:  Jalan Rusak, Warga Pabuaran Sukabumi Minta Anggota Dewan Melek

 

“Katakanlah para pelaku usaha kami (IKM/UMKM) Dijampang itu tidak harus membeli bahan baku dari luar daerah, Kami sedang susun dengan Dinas Pertanian,” tuturnya.

 

“Kita sedang membuat itu (sistem) yang membuat semuanya berkolaborasi, jadi dilingkungan pemerintah daerah (dinas) juga semuanya berkolaborasi,” pungkas Dani.

Pos terkait