Dompet Sehat Keluarga Kuat ToT SKB 2025 Bekali Calon Fasilitator Cerdas Atur Keuangan Rumah Tangga

LINGKARPENA.ID | 17 Juni 2025 – Memasuki hari kedua pelaksanaan Training of Trainer (ToT) Sekolah Keluarga Berkualitas (SKB) 2025, IPB University kembali menghadirkan topik penting yang relevan dengan dinamika kehidupan keluarga masa kini, “Cerdas Mengelola Keuangan Keluarga.” Materi ini disampaikan oleh Prof. Dr. Ir. Lilik Noor Yuliati, M.FSA, dosen Departemen Ilmu Keluarga dan Konsumen (IKK), Fakultas Ekologi Manusia (FEMA), IPB University.

Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian pelatihan fasilitator SKB yang bertujuan mencetak agen perubahan di masyarakat. Kali ini, peserta dibekali keterampilan praktis dalam mengelola keuangan keluarga secara sehat, terencana, dan berkelanjutan.

Baca juga:  Momentum Graduation SMPN 3 Kota Sukabumi Tahun 2024

“Pengelolaan keuangan keluarga bukan sekadar mencatat pengeluaran, tetapi sebuah proses strategis untuk membangun masa depan yang sejahtera, mendidik anak berkualitas, dan mencegah krisis seperti stunting,” tegas Prof. Lilik dalam pembukaan materinya.

Prof. Lilik menekankan pentingnya literasi finansial keluarga untuk menciptakan rumah tangga yang harmonis. Berdasarkan data dan pengalaman lapangan, masalah ekonomi seringkali menjadi pemicu konflik rumah tangga hingga perceraian.

Melalui paparannya, Prof. Lilik menguraikan lima langkah penting dalam pengelolaan keuangan keluarga, yaitu menetapkan tujuan keuangan (jangka pendek, menengah, dan panjang), mengetahui dan mencatat semua sumber pendapatan, mengidentifikasi jenis-jenis pengeluaran (pokok, sekunder, tersier), membuat anggaran dan membandingkan pendapatan dengan pengeluaran, serta menyusun strategi prioritas dan penghematan.

Baca juga:  Wabup Iyos Hadiri Pisah Sambut Danrem 061 Suryakencana

Bagian penting dari materi ini adalah bagaimana keluarga menyusun pengeluaran untuk anak secara bijak. Prof. Lilik menegaskan bahwa pemenuhan kebutuhan gizi dan pendidikan anak adalah investasi masa depan. Ia menyampaikan bahwa 1 telur sehari dapat menurunkan risiko stunting hingga 47%, dan investasi gizi di masa 1000 hari pertama kehidupan (HPK) memiliki keuntungan hingga 50 kali lipat dalam jangka panjang. Oleh karena itu, pengelolaan keuangan keluarga harus selalu menempatkan kebutuhan anak dalam prioritas utama.

Baca juga:  Fasilitator SKB Dapat Pembekalan Praktis Pangan Bergizi  Lewat Demo Masak

Dalam sesi diskusi, Prof. Lilik juga memberikan peringatan tegas terhadap jebakan pinjaman tidak sehat, terutama dari rentenir dan pinjaman online (pinjol) ilegal. Ia menekankan pentingnya kehati-hatian dalam berutang dan mendorong peserta untuk mencari solusi alternatif seperti meningkatkan produktivitas rumah tangga.

Melalui pendekatan praktis dan komunikatif, materi “Pintar Mengelola Keuangan” ini menjadi bekal penting bagi para calon fasilitator yang nantinya akan mendampingi keluarga-keluarga di berbagai desa dan wilayah. Mereka dipersiapkan untuk bukan hanya memahami, tetapi juga menginspirasi perubahan nyata dalam pengelolaan ekonomi rumah tangga masyarakat.

Pos terkait