Menyusuri Sungai Cikarang, Petualangan Ala Amazon Menuju Pesona Karanggantung

Jelajah Pesona alam Sungai Cikarang ala Amazon hingga objek wisata Karang Gantungan di Selatan Sukabumi.[dok.Jajang S]

LINGKARPENA.ID | Rusaknya infrastruktur jalan menuju objek wisata Karanggantung di Desa Pasiripis, Kecamatan Surade, Kabupaten Sukabumi, justru melahirkan pengalaman wisata baru yang kini menjadi daya tarik tersendiri bagi para pelancong. Jalur air melalui Sungai Cikarang kini menjadi pilihan favorit wisatawan yang ingin menikmati perjalanan berbeda sebelum tiba di destinasi yang kerap dijuluki mirip “Tanah Lot” versi Sukabumi.

 

Deru mesin perahu memecah keheningan pagi. Perlahan, perahu bergerak menyusuri aliran Sungai Cikarang yang tenang. Di kiri dan kanan, pepohonan hijau tumbuh rapat membentuk lorong alami yang meneduhkan. Sesekali terdengar suara burung dari balik rimbunnya vegetasi, menambah suasana liar yang mengingatkan pada petualangan di hutan tropis.

 

Saat ini terdapat tiga unit perahu yang melayani penyeberangan wisatawan dari Kampung Cikarang menuju Karanggantung. Dengan tarif Rp25 ribu per orang untuk perjalanan pulang pergi, wisatawan diajak menikmati perjalanan sekitar 15 menit menyusuri sungai yang masih alami.

Baca juga:  Tiga Warga Bogor Terseret Ombak Karanghawu Satu Hilang

 

Bagi banyak pengunjung, perjalanan menuju Karanggantung justru menjadi bagian paling berkesan dari wisata itu sendiri.

 

Wandi (43), wisatawan asal Kota Sukabumi, mengaku takjub dengan pengalaman yang ia rasakan saat pertama kali menggunakan jalur sungai tersebut bersama keluarganya.

 

“Sungguh pengalaman yang luar biasa. Saya sangat terpesona dengan suasana ini. Sepanjang perjalanan kita seperti berada di alam bebas yang masih sangat alami,” ujarnya.

 

Menurut Wandi, dirinya sudah beberapa kali berkunjung ke Karanggantung melalui jalur darat. Namun perjalanan kali ini memberikan kesan berbeda.

 

“Kalau lewat jalan darat memang lebih cepat, tetapi kondisi jalannya rusak dan cukup mengganggu, apalagi saat hujan. Dengan naik perahu justru perjalanan menjadi bagian dari wisatanya,” katanya.

Baca juga:  Pertemuan Bahas Polemik Tiket Wisata Taman Pandan Batal, Pengelola Tak Hadir

 

Hal senada disampaikan Rina (35), wisatawan asal Cibadak yang datang bersama rombongan keluarganya. Ia mengaku tidak menyangka Kabupaten Sukabumi memiliki jalur wisata sungai yang begitu eksotis.

 

“Awalnya saya kira hanya naik perahu biasa. Ternyata pemandangannya luar biasa indah. Pohon-pohon di sepanjang sungai membuat suasananya seperti di film petualangan,” ungkapnya.

 

Sementara itu, Dedi (29), wisatawan asal Bogor, menilai perjalanan menyusuri Sungai Cikarang memiliki potensi besar menjadi salah satu atraksi wisata unggulan di kawasan Pajampangan.

 

“Bukan hanya tujuan wisatanya yang menarik, tetapi perjalanan menuju Karanggantung juga menjadi pengalaman tersendiri. Ini yang jarang ditemukan di tempat lain,” tuturnya.

 

Di balik lahirnya jalur wisata air tersebut, tersimpan peluang ekonomi baru bagi masyarakat setempat. Warga yang sebelumnya mengandalkan aktivitas sehari-hari kini mulai merasakan manfaat dari meningkatnya kunjungan wisatawan melalui jasa transportasi perahu.

Baca juga:  Audiensi Sekda dan PT Saceks Creativision Bahas Produksi Film Promosi Pariwisata Kabupaten Sukabumi

 

Meski demikian, meningkatnya minat wisatawan juga perlu diimbangi dengan perhatian terhadap aspek keselamatan. Penggunaan perlengkapan standar seperti pelampung, kapasitas penumpang yang sesuai, serta pemeriksaan kondisi perahu secara berkala menjadi hal penting untuk menjamin keamanan selama perjalanan.

 

Karanggantung memang menawarkan panorama alam yang memikat. Namun kini, pesona itu tidak hanya berada di tujuan akhir. Jalur Sungai Cikarang telah menjelma menjadi petualangan tersendiri, menghadirkan sensasi menjelajah alam liar yang membuat setiap perjalanan terasa lebih berkesan sebelum akhirnya tiba di tebing karang yang berdiri kokoh di tepian Samudera Hindia.

Pos terkait