LINGKARPENA.ID | Penemuan sesosok mayat perempuan di Sungai Cioray, tepatnya di Kampung Cilimus RT 007/001, Desa/Kecamatan Waluran, Kabupaten Sukabumi, menggemparkan warga sekitar. Jasad perempuan dalam kondisi sudah mebusuk itu ditemukan, pada Senin (30/6/2025).
Saat ditemukan jasad perempuan itu dalam posisi telungkup, dan mengeluarkan bau tak sedap. Korban diperkirakan meninggalnya sejak dua hari yang lalu. Diketahui korban adalah HL (67) warga Kampung Legok Dadap RT 006 Rw 002 Desa/Kecamata Waluran Kabupaten Sukabumi.
Danpos Ramil Waluran, Serka Dadan Ramdani yang turut datang ke lokasi kejadian menyampaikan, korban pertama kali diketahui oleh dua orang warga yang sedang memancing di aliran Sungai Cioray sekira pukul 17.00 WIB.
“Dua orang yang sedang memancing melihat adanya sesosok Mayat dalam posisi telungkup di pinggir sungai dengan bagian kepala Korban berada didalam air sungai,” ujarnya.
Lanjut kata dia, setelah mengetahui adanya mayat tersebut keduanya kemudian
memberitahukan penemuannya itu kepada warga sekitar dan menghubungi pihak aparat setempat. Tak lama kemudian pihak kepolisian dan unsur Forkopimcam serta tenaga medis dari Puskesmas Waluran, dibantu warga sekitar mengevakusi korban.
“Sekitar pukul 18.00 WIB Korban berhasil dievakuasi ke rumah anaknya di Kampung Cilimus untuk dilakukan pemulasaraan Jenazah. Korban akan langsung dimakamkan di TPU Mariuk Desa Waluran malam ini juga,” tambah Serka Dadan.
Menurut keterangan anak korban, Sumyati (44), pada Rabu (25/6 ) ibunya berpamitan dan berangkat dari rumah untuk menginap di rumah anaknya, yaitu adiknya Sumyati, yang tinggal di Kampung Cilimus.
Sementara suami korban, Pau,
tengah bekerja di wilayah Kecamatan Surade. Setelah bermalam selama dua hari, pada Sabtu 28 Juni 2025 korban berpamitan pada anaknya untuk pulang kerumahnya.
“Diduga Korban terjatuh saat dalam perjalanan pulang. Kemungkinan saat itu korban dalam kondisi sakit, disekitar lokasi kejadian ditemukan adanya bekas muntah dan terdapat kantong plastik berisikan beras. Hasil pemeriksaan medis oleh petugas dari Puskesmas Waluran, tidak ditemukan tanda2 atau luka akibat benda keras,” pungkas Serta Dadan.
Pihak keluarga korban menolak untuk dilakukan autopsi dan menerima kejadian tersebut sebagai musibah bagi keluarganya.






