Varid Putra Mbah Surip, Guncang Panggung Milangkala Ke-7 Padjajaran Anyar di Palabuhanratu

LINGKARPENA.ID | Perhelatan akbar Milangkala ke 7 Paguyuban Padjadjaran Anyar Palabuhanratu, diguncang penampilan memukau Varid. Ia merupakan putra dari almarhum Mbah Surip. Penampilannya di panggung Milangkala ke-7 menuai perhatian ratusan penonton yang memadati Lapang Cangehgar Palabuhanratu Sukabumi.

Mbah Surip yunior ini tampil dengan suguhan genre musik reggae bertema lokal penuh semangat persaudaraan. Varid tampil sebagai bintang tamu dan menyuguhkan lagu lagu fenomenal karya sang levendaris Mbah Surip, sekaligus karya-karya ciptaannya sendiri.

Acara milangkala yang penuh nuansa kearifan lokal ini digelar sejak 15 Juli 2025 dan akan terus berlanjut hingga puncaknya pada 27 Juli mendatang. Penampilan Varid malam itu menjadi sesuatu yang istimewa, terlebih bagi para pengidola pelantun lagu Tak Gendong, karya almarhum Mbah Surip.

Baca juga:  Ribuan Penonton Bermantel Plastik di Festival Terambyar 2026 Kota Sukabumi Menjadi Berkah Pedagang

Ada momen yang membuat penonton riuh di malam itu ketika Mbah Varid (aktabnya) penuh keseriusan berucap bahwa dirinya benar benar mencintai tanah Sukabumi.

“Alhamdulillah saya bisa hadir dan manggung di Sukabumi. Ini kampung yang saya cintai. Sukabumiku I Love You!,” ucap Varid dari atas panggung, disambut sorak dan tepuk tangan penonton.

Karier musik Varid dirintis dari nol. Dulu, beberapa panggung musik kelas lokal yang digelar Karang Taruna hingga acara peringatan 17 an selalu dijadikan ajang mengasah bakat musikalitasnya. Ditopang darah seni yang diwariskan sang ayah, Bah Varid terus berkarya dan mewarnai dunia musik tanah air dengan menguguhkan genre reggae.

Baca juga:  20 Ton Sayuran Siap Dibagikan untuk Masyarakat di HJKS ke-155 "Sedekah Bumi Bagja Sutra PHC Lumbung Rahayu"

Dituturkan Mbah Varid, semasa hidup ayahnya banyak menciptakan lagu. Namun sebagian besar belum sempat dirilis dan di nyanyikan.

“Ada sekitar 200 lagu warisan dari Bapak. Dan sebagian besar belum sempat dinyanyikan beliau. Sekarang saya bawakan kembali. Saya buat aransemen dengan rasa saya sendiri,” ujar Varid.

Beberapa lagu warisan yang dibawakan malam itu di antaranya “Gadis Pantai Selatan”, “Aku Bisa Ngaji”, “Tak Gendong”, dan “Bangun Tidur”. Ada pula lagu ciptaannya sendiri seperti “Just Mellow”, hingga karya berbahasa Sunda yang rencananya akan segera direkam.

“Alhamdulillah masyarakat bisa menerima reggae saya. Bahkan ada yang sampai ngidam pengen pegang rambut gimbal saya,” kelakarnya sambil tertawa,” gumamnya.

Baca juga:  KKN-T 20 UMMI Bersama Palapah, Gelar Budaya Gogonjakan ke 5 Mendunia

Varid yang kini tinggal di Bekasi Jawa Barat bersama dua anaknya juga aktif bermusik dan membagikan karyanya lewat media sosial di akun Varid Putra Mbah Surip.

Sementara Ketua Paguyuban Padjajaran Anyar, Abah Firman Hidayat, menyampaikan apresiasi atas kehadiran Mbah Varid yang membawa warna baru dalam syukuran milangkala ke[-7 tahun ini.

“Kami ingin menunjukkan bahwa budaya lokal bisa selaras dengan musik lintas genre seperti reggae. Semangatnya tetap sama: silaturahmi, kebersamaan dan cinta tanah air,” kata Abah Firman.

Dengan kehadiran Mbah Varid, milangkala ke-7 Paguyuban Padjajaran Anyar bukan hanya menjadi ajang budaya, tapi juga perayaan musik lintas generasi yang menyatukan masyarakat Sukabumi dalam harmoni,” pungkasnya.**

Pos terkait