KKN-T 20 UMMI Bersama Palapah, Gelar Budaya Gogonjakan ke 5 Mendunia

Salah satu peragaan budaya tradisional yang ada di Paguyuban Lahan Parahyangan Palapah Kecamatan Waluran Kabupaten Sukabumi.| istimewa

LINGKARPENA.ID | Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata-Tematik 20 dari Universitas Muhammadiyah UMMI Sukabumi, menggandeng Paguyuban Lahan Parahyangan (Palapah) Kecamatan Waluran Kabupaten Sukabumi, menggelar event Gogonjakan yang dilaksanakan di Desa Caringin Nunggal, Sabtu (19/8/2023).

Gogonjakan sendiri merupakan event bulanan yang menjadi wisata budaya yang atraktif, edukatif dan komunikatif di Kecamatan Waluran yang sudah mendunia. Bahkan pada 17 Desember tahun 2020 lalu Palapah mendapatkan penganugeraan Budaya Indonesia dari Kemendikbud RI.

Diketahui di dalam Paguyuban Lahan Parahyangan sendiri ada beberapa kegiatan pertunjukan. Seperti ngahiras, liliuran, boles, debus, cambuk api dan permainan rakyat.

KKN-T 20 Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Sukabumi (UMMI) di Desa Caringin Nunggal turut serta dalam event Gogonjakan ke-5 tersebut. Tujuan dari keikutsertaan KKN-T 20 sendiri guna lebih memperkenalkan kembali budaya yang hampir punah ini.

Baca juga:  Kades Kompa: Tukang Gali Kubur dan Pemandi Jenazah Berangkat Umroh

“Memang tidak banyak masyarakat jaman sekarang mengetahui budaya-budayanya sendiri. Pertunjukan Gogonjakan ini adalah yang ke 5 diadakan. Gogonjakan diselenggarakan sejak tanggal 4 Agustus 2023 kemarin,” ujar Farhan, yang merupakan orang komunitas Palapah.

Dijelaskan dia, penonton Gogonjakan sendiri tidak hanya dari Indonesia saja, melainkan ada dari 8 negara. Diantaranya dari Malaysia, Thailand, Jepang, Mesir, Yaman, Palestina, Africa dan Jordania.

“Alhamdulillah, bisa terlaksana kembali Gogonjakan Kelima ini. Semoga budaya ini terus berlanjut dan berkembang agar pertahanan tradisi budaya khususnya permainan tradisional dan atraksi seni budaya tetap lestari dan lebih di kenal dikalangan masyarakat luar,” tandasnya.

Baca juga:  GMNI Tanyakan Dana Hibah dan Anggaran Penyertaan Modal 30 Milyar PDAM

Farhan juga berharap dengan adanya para KKN-T Mahasiswa UMMI ini semoga bisa membantu Palapah terutama permainan budaya Gogonjakan untuk lebih mempopulerkan kegiatan tersebut agar dapat dikenal banyak masyarakat terutama kaum muda.

“Kekuatan bangsa ini tolak ukurnya adalah budayanya. Maka sangat penting sekali pertahanan budaya dan tradisi ini. Semoga bukan hanya kalangan lokal saja, tapi bisa mengenalkan budaya Gogonjakan ini ke tingkat dunia,” imbuhnya.

Sesi foto bersama Mahasiswa KKN-T 20 Universitas Muhammadiyah Sukabumi.| ist

Sementara itu Ketua kelompok KKN-T 20 Mahasiswa UMMI Rival menambahkan, sebagai bentuk usaha dalam pelestarian budaya yang telah lama terlupakan ini sebetulnya dapat terus dilakukan, terutama oleh kaum-kaum muda. Apalagi budaya tradisional Gogonjakan ini merupakan warisan nenek moyang.

Baca juga:  Innalilahi! Pasutri Tertimpa Pohon Kelapa di Cikembar Sukabumi, Satu Diantaranya Meninggal

Menurit Rival, event gogonjakan yang digelar oleh Paguyuban Lahan Parahyangan Kecamatan Waluran ini diharapkan mampu menjaga keberlangsungan budaya lokal. Dan alangkah baiknya semua masyarakat Sukabumi bisa mempertahankan. Terlebih mendorong dan mempromosikan budaya itu ke tingkat dunia.

“Ya jaman sekarang ini kan tekhnologi sudah canggih. Jadi kita bersama-sama memperkenalkan budaya ini kepada masyarakat luar. Ya Gogonjakan ini sebagai salah satu bentuk kekayaan budaya lokal yang masih ada dan belum punah,” pungkasnya.

Pos terkait