DPPKB Kabupaten Sukabumi Targetkan Pelayanan Serentak Jangkau Usia Subur

FOTO: Kantor DPPKB Kabupaten Sukabumi Jalan Pelabuhan II Lembursitu Kota Sukabumi.| Istimewa

LINGKARPENA.ID | Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kabupaten Sukabumi menyelenggarakan kegiatan pelayanan KB secara serentak dalam rangka memperingati Hari Kontrasepsi Sedunia yang jatuh pada tanggal 26 September 2025.

Program ini berlangsung sejak tanggal 1 hingga 12 September 2025 dan melibatkan seluruh fasilitas kesehatan yang ada di wilayah Kabupaten Sukabumi, pada Jumat, 5 September 2025.

Kegiatan ini merupakan implementasi dari program nasional yang digagas oleh Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak bekerja sama dengan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN).

Melalui kegiatan ini, masyarakat dapat memperoleh berbagai jenis layanan kontrasepsi mulai dari metode jangka pendek seperti pil dan suntik, hingga metode jangka panjang seperti implan dan IUD. Tujuan utama dari program ini adalah memberikan kemudahan akses pelayanan kepada masyarakat sekaligus meningkatkan kesadaran akan pentingnya perencanaan keluarga.

Kepala DPPKB Kabupaten Sukabumi, Drs. Uus Firdaus, menegaskan bahwa KB tidak semata-mata identik dengan menunda atau membatasi jumlah kelahiran, melainkan lebih luas dari itu. Menurutnya, KB merupakan salah satu upaya untuk membentuk keluarga yang sehat, sejahtera, dan berdaya dalam menghadapi tantangan kehidupan.

Baca juga:  Kepala DPPKB Kabupaten Sukabumi, Uus Pirdaus, Sampaikan Ucapan Selamat Hari Jadi Jawa Barat ke-80

“Program KB bukan hanya soal menunda kelahiran, tapi juga untuk mewujudkan keluarga yang sehat dan sejahtera,” ungkap Uus Firdaus kepada awak media.

Lebih jauh, ia menjelaskan bahwa keberhasilan program KB juga berkontribusi pada upaya pemerintah daerah dalam menekan angka stunting yang masih menjadi persoalan serius di Kabupaten Sukabumi. Dengan adanya jeda kehamilan yang cukup, ibu memiliki kesempatan untuk memulihkan kesehatan pascapersalinan sehingga kondisi fisik dan mentalnya lebih siap ketika menghadapi kehamilan berikutnya.

Hal ini tentunya akan berdampak positif pada tumbuh kembang anak di Kabupaten Sukabumi kedepan, baik dari segi fisik, kesehatan maupun kecerdasan.

Baca juga:  Kamu Harus Tahu, Ini Bidang yang Ada di Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Sukabumi

“Perencanaan keluarga itu kunci. Anak tumbuh optimal, orang tua pun lebih siap,” tambahnya.

Selain memberikan pelayanan medis, kegiatan KB serentak ini juga diiringi dengan edukasi serta penyuluhan mengenai pentingnya perencanaan keluarga. Para penyuluh KB di tingkat kecamatan turut terlibat dalam memberikan pemahaman kepada masyarakat, khususnya pasangan usia subur, agar lebih bijak dalam merencanakan jumlah dan jarak kelahiran anak. Upaya ini diharapkan dapat mendorong lahirnya generasi muda yang sehat, cerdas, dan berdaya saing.

Untuk mempermudah akses, masyarakat dapat memanfaatkan pelayanan KB di berbagai titik. Tidak hanya di puskesmas atau klinik, layanan juga tersedia di praktik bidan mandiri serta melalui penyuluh KB yang siap memberikan pendampingan. Bahkan, masyarakat juga bisa langsung mendatangi kantor Dinas KB terdekat untuk mendapatkan informasi dan layanan yang diperlukan.

Baca juga:  UPTD Puskesmas Buniwangi Gelar Vaksinasi untuk Calon Jemaah Haji

DPPKB Kabupaten Sukabumi menargetkan kegiatan pelayanan serentak ini mampu menjangkau sebanyak mungkin pasangan usia subur. Dengan semakin tingginya partisipasi masyarakat, diharapkan program KB dapat berjalan efektif dan memberi dampak nyata terhadap peningkatan kualitas keluarga di Kabupaten Sukabumi.

Lebih dari itu, kegiatan ini juga diharapkan mampu memperkuat kesadaran masyarakat bahwa pengendalian penduduk merupakan salah satu kunci penting dalam pembangunan daerah. Keluarga kecil yang sehat dan sejahtera akan melahirkan generasi yang lebih berkualitas, yang pada akhirnya berkontribusi terhadap kemajuan Kabupaten Sukabumi secara keseluruhan.

Dengan berbagai upaya yang dilakukan, DPPKB Kabupaten Sukabumi optimistis bahwa momentum Hari Kontrasepsi Sedunia tahun ini dapat menjadi titik tolak bagi meningkatnya partisipasi masyarakat dalam program KB. Harapannya, tidak hanya menjadi agenda tahunan, tetapi juga menjadi bagian dari gerakan bersama dalam mewujudkan keluarga bahagia, sehat, dan sejahtera.

Pos terkait