Hujan Deras Sebabkan Bencana di Sejumlah Wilayah Sukabumi, Belasan Warga Mengungsi

Kondisi banjir di Kecamatan Jampangtengah Kabupaten Sukabumi yang terjadi pada Selasa (21/10) malam.| Foto: tangkapan video amatir warganet

LINGKARPENA.ID | Hujan deras disertai angin kencang yang mengguyur wilayah Kabupaten Sukabumi pada Selasa, 21 Oktober 2025, mengakibatkan sejumlah kejadian bencana alam seperti banjir, longsor, dan angin kencang di beberapa kecamatan.

Berdasarkan rekapitulasi laporan yang terhimpun, bencana tersebut terjadi di empat wilayah, yaitu Desa Karangpapak Kecamatan Cisolok, Desa Kebonpedes Kecamatan Kebonpedes, Desa Cijulang dan Desa Bojongtipar Kecamatan Jampangtengah, serta Desa Purabaya Kecamatan Purabaya.

Baca juga:  Cuaca Ekstrem Picu Banjir dan Longsor di Sukabumi, BPBD Catat Sejumlah Titik Terdampak

Meski tidak ada laporan korban luka maupun korban jiwa, bencana ini menyebabkan sedikitnya 17 jiwa harus mengungsi. Rinciannya, 1 kepala keluarga (2 jiwa) di Desa Karangpapak Kecamatan Cisolok, 5 kepala keluarga (11 jiwa) di Kecamatan Jampangtengah, serta 10 jiwa yang merupakan santri di Kecamatan Purabaya.

Dari sisi kerusakan, tercatat satu unit rumah mengalami rusak sedang, dua unit rumah rusak ringan, dan 12 unit rumah terendam air. Selain itu, satu unit tembok penahan tanah (TPT) di SD Cisarua mengalami kerusakan, serta satu unit masjid turut terdampak.

Baca juga:  Berniat Selamatkan Anak, Ayah Hilang Terseret Ombak Pantai Palabuhanratu

Bencana juga menimbulkan gangguan terhadap akses jalan provinsi di Kampung Ketengan yang sempat tertutup material longsoran.

Sementara itu, laporan dari petugas menunjukkan belum ada tindakan penanganan lebih lanjut yang dilakukan di lapangan, dan potensi bencana susulan dilaporkan nihil.

Pemerintah daerah diimbau untuk terus meningkatkan kewaspadaan, mengingat intensitas hujan di wilayah Kabupaten Sukabumi masih tinggi dalam beberapa hari terakhir.**

Baca juga:  Anggota DPRD Sukabumi Junajah, Tinjau Puskesmas Palabuhanratu Pasca Terendam Banjir

Pos terkait