Target PAD Pariwisata Sukabumi 2025 Baru Tercapai 40 Persen

LINGKARPENA.ID | Menjelang penutupan tahun anggaran 2025, realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) sektor pariwisata Kabupaten Sukabumi masih berada jauh di bawah target. Dari target Rp 1,5 miliar yang dipatok pemerintah daerah, capaian hingga saat ini baru menyentuh sekitar Rp 600 juta.

 

Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Sukabumi, Ali Iskandar, menjelaskan bahwa sumber PAD tersebut berasal dari objek-objek wisata yang menjadi aset pemerintah daerah dan dikelola secara langsung. Ketentuan itu, kata dia, sudah tercantum dalam peraturan daerah mengenai pengelolaan destinasi wisata.

 

“Perda menegaskan bahwa PAD diambil dari objek wisata yang dimiliki dan diselenggarakan pemerintah daerah. Dari skema itu, target kita tahun ini Rp 1,5 miliar, namun baru terealisasi Rp 600 juta,” ujar Ali.

Baca juga:  Inilah 16 Inovasi yang Menjadi bagian Peningkatan Kualitas Pelayanan RSUD R.Syamsudin, SH

 

Ali mengakui bahwa capaian yang belum maksimal ini sangat dipengaruhi oleh karakter pariwisata Sukabumi yang bertumpu pada wisata alam. Kondisi cuaca dan potensi bencana memiliki dampak besar pada jumlah kunjungan, terlebih setelah beberapa insiden terjadi di destinasi-destinasi unggulan seperti Curug Sodong, Muara Cikaso, dan Pantai Minajaya.

 

“Pariwisata kita sangat sensitif terhadap kondisi alam. Ketika terjadi bencana di sejumlah titik, secara otomatis berdampak pada kunjungan dan pemasukan,” tambahnya.

Baca juga:  Tim DPKP Kabupaten Sukabumi Evakuasi Dua Ekor Ular Phyton di Bulan Agustus

 

Selain faktor alam, Ali menyebut masih ada pekerjaan rumah di aspek pengelolaan destinasi. Menurutnya, kualitas tata kelola harus terus ditingkatkan agar objek wisata mampu bersaing dan memberikan pemasukan yang optimal.

 

Dalam upaya meningkatkan performa sektor pariwisata, Dispar juga mulai membuka peluang kerja sama dengan pihak ketiga. Pemerintah daerah menilai potensi aset wisata mencapai sekitar Rp 20 miliar, namun belum mampu dikelola secara maksimal jika hanya mengandalkan kemampuan internal dinas.

 

“Kami ingin Dinas Pariwisata fokus sebagai regulator. Untuk operasional, kami sedang menjalin kerja sama dengan pihak ketiga. Mereka punya kreativitas dan orientasi bisnis yang lebih kuat. Pola kerja samanya bisa berupa kontrak atau pengelolaan penuh dengan sistem bagi hasil bagi pemerintah,” jelasnya.

Baca juga:  Diskominfosan Gembleng Anggota KIM dalam Menyebarkan Informasi di Masyarakat

 

Di sisi lain, kontribusi sektor pariwisata terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kabupaten Sukabumi juga terbilang masih rendah. Ali menyebut persentase PDRB dari pariwisata baru mencapai 2,4 persen—jauh di bawah sektor-sektor utama seperti pertanian, industri manufaktur, dan perdagangan.

 

Dengan capaian tersebut, sektor pariwisata dinilai belum memberi dorongan signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi daerah, sehingga perlu penguatan serius baik dari sisi pengelolaan maupun investasi.

Pos terkait