LINGKARPENA.ID | Sempat viral, warga penerima bantuan sosial (bansos) Mak Rukanah (71), seorang perempuan lanjut usia asal Kampung Mariuk RT 003/002, Desa Cidadap, Kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi, mengaku pasrah saat mengetahui dirinya tidak menerima Bantuan Langsung Tunai (BLT) Kesra sebesar Rp900 ribu. Padahal, dengan kondisi ekonomi dan usianya, ia dinilai sangat layak menjadi penerima bantuan tersebut.
Rukanah pun merasa teriris hati ketika mendengar beberapa tetangganya yang dianggap lebih mampu justru mendapatkan bantuan. Meski begitu, ia tetap berusaha sabar menerima keadaan.
Kondisi tersebut memantik keprihatinan Pio Haryono, anak kedua Rukanah. Ia mencoba menanyakan langsung kepada ketua RT terkait nama ibunya dalam daftar penerima bantuan.
“Saya sempat menanyakan kepada Pak RT apakah ibu saya tercatat sebagai penerima bantuan tersebut atau tidak. Jawaban Pak RT: tidak,” ujar Pio, saat ditanya lingkarlena.id Selasa (02/12/2025).
Tak puas dengan jawaban tersebut, anak lainnya, Nanan A, turut mencari tahu. Usahanya akhirnya membuahkan hasil setelah ia memperoleh informasi bahwa Rukanah sebenarnya tercatat sebagai penerima BLT Kesra.
“Saya merasa yakin kalau ibu saya pantas mendapatkan bantuan tersebut. Setelah saya cari tahu, ternyata benar, ibu saya menerima. Ada datanya,” kata Nanan sambil menunjukkan bukti yang ia dapatkan.
Nanan menambahkan, dana sebesar Rp900 ribu baru bisa diterima ibunya setelah ia mendesak dan mempertanyakan hal tersebut kepada kepala dusun.
Menanggapi kejadian itu, Kepala Desa Cidadap, Deden Anta, mengaku telah memerintahkan perangkat desa untuk segera menemui Rukanah.
“Oh benar, tadi saya sudah mendengar kejadian itu. Saya sudah perintahkan Pak Kadus dan Pak RT untuk menemui Bu Rukanah,” ujar Deden kepada wartawan Selasa (02/12).
Deden menjelaskan bahwa penyaluran BLT Kesra dilakukan pada Sabtu, 29 November 2025. Ia menegaskan bahwa pihak desa akan mengambil langkah antisipatif agar kasus serupa tidak kembali terjadi.
“Ke depannya akan kami konfirmasikan langsung ke Puskesos, TKSK, dan pendamping PKH, terutama Pak RT, untuk pembagian danom. Bila ada masalah di lapangan, saya minta Pak RT segera mengonfirmasi ke Puskesos dan TKSK,” pungkasnya.






