LINGKARPENA.ID | Pemerintah pusat melalui Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) melakukan kunjungan kerja ke Kantor Bappelitbangda Kabupaten Sukabumi untuk melaksanakan monitoring dan evaluasi Indeks Modal Manusia (IMM). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah memastikan arah pembangunan sumber daya manusia (SDM) di daerah berjalan selaras dengan kebijakan nasional.
Monitoring yang digelar di Ruang Rapat Bappelitbangda tersebut tidak hanya berfokus pada capaian angka statistik semata, melainkan menggali lebih dalam berbagai faktor yang memengaruhi kualitas hidup masyarakat. IMM dipandang sebagai instrumen strategis karena mencerminkan potensi produktivitas penduduk yang diukur melalui dua pilar utama, yakni kesehatan dan pendidikan.
Sekretaris Bappelitbangda Kabupaten Sukabumi, Yuki Ramdan Priana, menjelaskan bahwa kehadiran tim Kemenko PMK menjadi momentum penting bagi daerah untuk melakukan refleksi sekaligus penajaman arah kebijakan pembangunan manusia. Menurutnya, IMM memberikan gambaran utuh tentang sejauh mana investasi di bidang kesehatan dan pendidikan mampu mendorong kesejahteraan masyarakat dalam jangka panjang.
“Evaluasi IMM bukan sekadar melihat capaian indikator, tetapi bagaimana data tersebut diterjemahkan menjadi kebijakan yang tepat sasaran. Dari sini kita bisa mengetahui tantangan nyata yang dihadapi sekaligus peluang yang bisa dimaksimalkan untuk meningkatkan kualitas SDM,” ungkap Yuki.
Ia menambahkan, proses monitoring ini membuka ruang dialog yang konstruktif antara pemerintah pusat dan daerah. Melalui diskusi tersebut, berbagai isu strategis dibahas, mulai dari penguatan layanan kesehatan dasar, peningkatan mutu pendidikan, hingga upaya mengurangi kesenjangan akses layanan publik di berbagai wilayah Kabupaten Sukabumi.
Sinergi antara pusat dan daerah, lanjut Yuki, menjadi kunci percepatan pembangunan manusia. Dengan dukungan kebijakan nasional yang berpadu dengan pemahaman kondisi lokal, program-program pembangunan SDM diharapkan lebih efektif dan berkelanjutan.
“Pembangunan manusia merupakan investasi jangka panjang yang hasilnya mungkin tidak instan, tetapi dampaknya sangat besar. SDM yang sehat, terdidik, dan berdaya saing akan menjadi motor penggerak pembangunan ekonomi dan sosial,” ujarnya.
Lebih jauh, Yuki menegaskan bahwa hasil monitoring dan evaluasi IMM akan dijadikan referensi utama dalam penyusunan dan penyempurnaan kebijakan daerah ke depan. Terutama dalam peningkatan kualitas pelayanan publik di sektor kesehatan dan pendidikan, yang menjadi fondasi utama pembentukan modal manusia unggul.
“Pemerintah Kabupaten Sukabumi berkomitmen menempatkan pembangunan manusia sebagai prioritas utama. Dengan IMM sebagai kompas kebijakan, kami berharap setiap program pembangunan benar-benar berorientasi pada peningkatan kualitas hidup masyarakat,” pungkasnya.
Kunjungan ini diharapkan mampu memperkuat langkah Kabupaten Sukabumi dalam mewujudkan pembangunan SDM yang berkelanjutan, inklusif, dan berdaya saing, sejalan dengan visi pembangunan nasional.
Editor : Redaksi






