LINGKARPENA.ID | Program BIMA Pengabdian IPB University kembali menunjukkan kontribusi nyata dalam penguatan pertanian lokal melalui pelaksanaan Seremoni Panen Talas Pratama 3 bersama Kelompok Tani Dewasa (KTD) Saluyu di Kelurahan Situgede, Bogor Barat. Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi petani dan mitra pengabdian setelah melalui rangkaian pendampingan budidaya talas sejak tahap penanaman hingga panen.
Seremoni panen dilaksanakan di lahan demplot Talas Pratama 3 seluas 2.000 m² dan dikemas dengan tema “Mendorong Inovasi Budidaya Talas untuk Kemandirian Pangan Lokal”. Acara ini dihadiri oleh akademisi IPB University, pemerintah kelurahan, penyuluh pertanian, serta anggota KTD dan Kelompok Wanita Tani (KWT) Situgede, sebagai wujud sinergi multipihak dalam pengembangan komoditas pangan lokal.
Prosesi panen dimulai sejak pukul 09.00 WIB dan berlangsung dengan antusias. Umbi talas yang dihasilkan menunjukkan kualitas yang baik, ditandai dengan ukuran yang relatif seragam, tekstur yang lebih padat, serta tampilan visual yang lebih menarik. Pencapaian ini merupakan hasil penerapan prinsip Good Agricultural Practices (GAP) selama musim tanam, termasuk pengelolaan budidaya yang lebih tertata dan pendampingan teknis secara berkelanjutan.
Dalam kegiatan tersebut, Dr. Ranti Wiliasih hadir sebagai narasumber utama sekaligus Ketua Tim Pengabdian yang memaparkan proses pendampingan demplot serta potensi talas sebagai komoditas unggulan desa. Kegiatan Program BIMA Pengabdian IPB University ini diketuai oleh Dr. Ranti Wiliasih, dengan anggota tim Prof. Edi Santosa, SP, MSi, dan Dr. Fitrianingrum Kurniawati, SP, MSi. Ia menekankan bahwa talas memiliki peluang besar untuk dikembangkan tidak hanya sebagai sumber pangan alternatif, tetapi juga sebagai penggerak ekonomi lokal apabila didukung dengan inovasi budidaya dan pengelolaan pascapanen yang tepat.
Supervisor Layanan Agromaritim dan Digital Farming DPMA IPB University, Danang Aria Nugroho, S.E., M.Si., turut menyampaikan apresiasi kepada petani Situgede. Menurutnya, keberhasilan panen ini mencerminkan kuatnya kolaborasi antara IPB University dan masyarakat dalam menerapkan inovasi dan teknologi pertanian. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu mendorong peningkatan kapasitas petani sekaligus memperkuat kemandirian pangan berbasis komunitas.
Setelah prosesi panen, peserta mengikuti tur demplot untuk melihat langsung inovasi budidaya yang diterapkan selama musim tanam. Kegiatan dilanjutkan dengan sesi diskusi dan foto bersama, serta penyampaian ringkasan hasil panen kepada para pemangku kepentingan.
Berdasarkan hasil panen demplot Talas Pratama 3, diperoleh rata-rata bobot umbi sebesar 1.335 gram per tanaman dengan bobot brangkasan mencapai 2.700 gram per tanaman. Total produksi yang dihasilkan dari lahan seluas 2.000 m² mencapai sekitar 5,34 ton, atau setara dengan 26,7 ton per hektar. Capaian ini menunjukkan bahwa produktivitas Talas Pratama 3 berada pada kategori cukup baik dan mencerminkan keberhasilan penerapan inovasi budidaya dalam Program BIMA Pengabdian IPB University.
Rangkaian kegiatan ditutup dengan penyampaian terima kasih kepada Program BIMA Pengabdian serta Kemendikti Saintek atas dukungan penuh dalam pendampingan budidaya dan pengembangan demplot talas di Situgede. Keberhasilan panen ini diharapkan menjadi pijakan awal bagi pengembangan talas sebagai komoditas unggulan lokal serta penguatan ketahanan pangan masyarakat secara berkelanjutan.(**)






