LINGKARPENA.ID | Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Sukabumi menggelar kegiatan Roadshow Pembinaan dan Monitoring Majelis Wakil Cabang (MWC) tahun 2025 secara serentak di 47 kecamatan se-Kabupaten Sukabumi. Untuk Wilayah VI Jampang Kulon, kegiatan tersebut dipusatkan di Masjid Besar Al-Jalil, Kelurahan/Kecamatan Surade, Kabupaten Sukabumi, pada Minggu (28/12/2025).
Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Ketua Tanfidziyah PCNU Kabupaten Sukabumi, Dr. Drs. KH. E. S. Mubarok, M.Sc., MM, unsur Forkopimcam Surade, para Kepala KUA, para pengurus MWC NU se-Wilayah VI Jampang Kulon, Barisan Ansor Serbaguna (Banser), Majelis Ulama Indonesia (MUI), DKM Masjid Besar Al-Jalil, para tokoh masyarakat, serta tamu undangan lainnya.
Wilayah VI Jampang Kulon sendiri meliputi sembilan MWC, di antaranya Kecamatan Waluran, Kalibunder, Jampang Kulon, Surade, dan kecamatan lain di kawasan selatan Kabupaten Sukabumi.
Dalam sambutannya, KH E. S. Mubarok menegaskan bahwa roadshow ini bukan sekadar agenda rutin organisasi, melainkan upaya strategis PCNU dalam membangun sinergi dan soliditas antarstruktur NU, khususnya para kiai dan pengurus MWC di tingkat kecamatan.
“Hari ini kita melaksanakan kegiatan roadshow PCNU Kabupaten Sukabumi bersama sembilan MWC yang ada di Wilayah VI Jampang Kulon. Tujuan utamanya adalah membangun sinergi, membangun satu kesatuan di antara para kiai dan pengurus NU,” ujar KH Mubarok.
Menurutnya, melalui forum pembinaan dan monitoring ini, berbagai persoalan keumatan yang dihadapi di tingkat bawah dapat tersampaikan dengan baik kepada PCNU, sehingga dapat dicarikan solusi secara bersama-sama.
“Permasalahan-permasalahan yang dihadapi para kiai dan umat harus bisa disampaikan aspirasinya melalui kegiatan-kegiatan yang kita bangun, salah satunya melalui RONSO (Roadshow Pembinaan dan Monitoring MWC). Dengan begitu, NU hadir sebagai organisasi yang benar-benar mendengar dan mengayomi,” jelasnya.
KH Mubarok juga menekankan pentingnya kebersamaan dan persatuan dalam tubuh NU maupun di tengah masyarakat. Ia berharap, melalui kegiatan ini, tidak lagi muncul konflik maupun perpecahan di tingkat akar rumput.
“Harapan ke depan, kita semua memiliki kebersamaan. Tidak ada konflik, tidak ada perpecahan. Semuanya bersatu padu sehingga tercipta kerukunan yang damai di tengah masyarakat,” tegasnya.
Terkait pemilihan Kecamatan Surade sebagai lokasi kegiatan Wilayah VI, KH Mubarok menyebutkan bahwa Surade memiliki posisi strategis dan daya tarik tersendiri sebagai sentral kegiatan.
“Kenapa Surade yang dipilih, karena Surade memang merupakan sentral untuk Wilayah VI Jampang Kulon. Kecamatan ini luar biasa, dukungan dari unsur Forkopimcam, sangat tinggi. Ini menjadi modal penting dalam membangun kebersamaan,” ungkapnya.
Ia juga menyoroti peran masjid sebagai pusat persatuan umat. Menurutnya, Masjid Besar Al-Jalil harus menjadi simbol kebersamaan tanpa sekat perbedaan.
“Masjid ini harus dijadikan momen kebersamaan semua pihak, tanpa membedakan unsur atau aliran apa pun. Kita bergabung, kita bersatu, kita bersama-sama membangun wilayah Jampang Kulon yang rukun dan damai,” kata KH Mubarok.
Lebih lanjut, ia berharap Wilayah VI Jampang Kulon, khususnya Surade, dapat menjadi teladan bagi kecamatan lain di Kabupaten Sukabumi dalam menjaga persatuan, kondusivitas, dan keharmonisan sosial.
“Mudah-mudahan Wilayah VI Jampang Kulon, termasuk Surade, bisa menjadi suri teladan dan contoh bagi kecamatan-kecamatan lainnya,” pungkasnya.
Kegiatan roadshow ini berlangsung dengan khidmat dan penuh keakraban. Selain sesi pembinaan dan monitoring, acara juga diisi dengan dialog, penyampaian aspirasi MWC, serta penguatan komitmen bersama untuk terus menjaga nilai-nilai Ahlussunnah wal Jama’ah dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).






