LINGKARPENA.ID | Bencana banjir dan longsor melanda wilayah Kecamatan Purabaya, Kabupaten Sukabumi, akibat cuaca ekstrem yang terjadi pada Minggu (28/12/2025) malam. Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 22.20 WIB tersebut menyebabkan luapan Sungai Cimerang dan berdampak pada puluhan rumah warga di Desa Cimerang, dengan tingkat kerusakan bervariasi dari sedang hingga berat.
Petugas Penanggulangan Bencana Kecamatan (P2BK) Purabaya, Yanto Prayitno, melaporkan bahwa banjir dan longsor terjadi di sejumlah kampung, di antaranya Kampung Cipeusing, Kampung Pentas, Kampung Sawo Jajar, Kampung Lembur Pasir, dan Kampung Gunung Buleud.
“Cuaca ekstrem dengan intensitas hujan tinggi menyebabkan Sungai Cimerang meluap. Luapan air tersebut disertai longsoran tanah yang kemudian merusak rumah-rumah warga di beberapa titik,” ujar Yanto Prayitno saat dikonfirmasi, Senin (29/12/2025).
Di Kampung Cipeusing RT 02/07, tercatat lima rumah mengalami rusak berat dan enam rumah rusak sedang. Sementara itu, di Kampung Pentas RT 002/006 terdapat tiga rumah dengan kategori rusak sedang. Kerusakan juga terjadi di Kampung Sawo Jajar RT 03/01 dengan tujuh rumah rusak sedang, Kampung Lembur Pasir RT 01/02 satu rumah rusak sedang, serta Kampung Gunung Buleud RT 01/06 dengan satu rumah rusak sedang dan satu rumah rusak berat.
Akibat kejadian tersebut, sedikitnya lima rumah terpaksa mengungsi demi keselamatan. Meski demikian, tidak ada laporan korban jiwa maupun korban luka. Selain rumah warga, bencana ini juga berdampak pada fasilitas umum berupa tiga musala dan satu jembatan, serta lahan pertanian seluas kurang lebih sembilan hektare. Kerugian juga dialami sektor peternakan, dengan terdampaknya sembilan ekor kambing dan satu kolam ikan.
Yanto menyebutkan, saat ini kondisi di lapangan mulai berangsur kondusif. Warga bersama aparatur pemerintah setempat melakukan gotong royong membersihkan material lumpur dan sisa longsoran. “Untuk kondisi terakhir, warga dibantu aparatur pemerintah sedang melakukan pembersihan material. Cuaca saat ini cerah berawan, namun kami tetap mengimbau masyarakat agar waspada terhadap potensi bencana susulan,” katanya.
Dalam penanganan awal, P2BK Purabaya telah melakukan koordinasi dengan perangkat desa, pihak kecamatan, Koramil, Polsek, serta unsur terkait lainnya. Selain itu, petugas juga telah melakukan asesmen langsung ke lokasi terdampak dan memberikan imbauan kepada warga agar meningkatkan kewaspadaan, terutama bagi yang tinggal di bantaran sungai dan daerah rawan longsor.
Sejumlah unsur turut hadir di lokasi kejadian, antara lain P2BK Purabaya, pemerintah desa, Babinsa, Bhabinkamtibmas, unsur kecamatan, Tagana, relawan, serta masyarakat sekitar. P2BK juga mencatat sejumlah kebutuhan mendesak bagi warga terdampak, seperti bantuan sembako, bahan bangunan rumah, dan pakaian.
“Data yang kami sampaikan ini merupakan data awal sementara. Jika ada perkembangan atau tambahan data terbaru di lapangan, akan segera kami laporkan kembali,” tutup Yanto Prayitno.
P2BK Purabaya berharap adanya perhatian dan dukungan dari berbagai pihak guna mempercepat pemulihan kondisi warga terdampak bencana di Desa Cimerang, Kecamatan Purabaya.






