LINGKARPENA.ID | Yayasan Dapuran Kipahare kembali menghadirkan Pameran dan Festival Soekaboemi Tempo Doeloe sebagai upaya melestarikan sejarah dan budaya Sukabumi. Kegiatan yang mengusung tema “Jejak Masa Pusaka Sukabumi” ini berlangsung pada 3–5 Juli 2026 di Wisma Wisnu Wardhani, Kota Sukabumi.
Pembukaan festival pada Sabtu (4/7/2026) dihadiri berbagai unsur pemerintah, pegiat budaya, hingga masyarakat yang memiliki perhatian terhadap pelestarian warisan sejarah daerah.
Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kota Sukabumi, Rahmat Sukendar, menyampaikan apresiasinya atas konsistensi penyelenggaraan festival tersebut. Menurutnya, kegiatan seperti Soekaboemi Tempo Doeloe menjadi wadah penting untuk menjaga identitas daerah di tengah perkembangan zaman.
“Festival ini menjadi ruang untuk merawat sejarah sekaligus menumbuhkan rasa bangga masyarakat terhadap budaya Sukabumi,” ujar Rahmat.
Ia berharap kegiatan tersebut tidak hanya menjadi agenda tahunan, tetapi juga mampu menginspirasi generasi muda agar semakin mengenal, mencintai, dan ikut melestarikan kekayaan sejarah serta budaya lokal.
Apresiasi juga disampaikan Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan Jawa Barat, Retno Raswati. Menurutnya, penyelenggaraan Soekaboemi Tempo Doeloe mencerminkan semakin kuatnya ekosistem pelestarian kebudayaan di Kota Sukabumi.
Ia menilai sinergi antara komunitas, pemerintah, dan masyarakat menjadi modal penting dalam menjaga warisan budaya. Selain itu, kegiatan semacam ini diharapkan mampu mendorong tumbuhnya sektor kebudayaan yang berdampak pada peningkatan kesejahteraan para pelaku pelestarian budaya.
Melalui pameran, pertunjukan, dan berbagai aktivitas bertema sejarah, Soekaboemi Tempo Doeloe diharapkan menjadi ruang edukasi sekaligus destinasi budaya yang memperkuat kecintaan masyarakat terhadap sejarah Sukabumi.






