LINGKARPENA.ID | Angin kencang yang melanda wilayah Kecamatan Sagaranten, Kabupaten Sukabumi, pada Sabtu pagi (24/1/2026), menyebabkan sebuah pohon karet tumbang dan menimpa dua rumah warga di Kampung Cibungur RT 014/005, Desa Sagaranten.
Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 09.00 WIB. Pohon karet dengan panjang sekitar 20 meter dan diameter kurang lebih 30 sentimeter tumbang akibat terpaan angin kencang, lalu menimpa bagian atap rumah milik Ridwan (31) dan Siti Marpu’ah (40).
Ridwan, pemilik rumah pertama, saat kejadian sedang tertidur di kamar belakang. Ia terbangun setelah mendengar suara benturan keras dari atap kamar tidurnya. Ketika keluar rumah untuk memastikan kondisi, pohon karet tersebut sudah menimpa sisi atap dan dinding kamar.
Sementara itu, di rumah lainnya, Siti Marpu’ah yang sedang berada di ruang depan juga mendengar suara benturan keras dari arah dapur. Setelah dicek, pohon yang sama telah menimpa bagian atap dapur rumahnya.
P2BK Kecamatan Sagaranten, Deniar Rumpaka, membenarkan kejadian tersebut. Ia menyampaikan bahwa tidak ada korban jiwa maupun luka dalam peristiwa ini.
“Akibat kejadian pohon tumbang ini, dua rumah warga mengalami kerusakan ringan pada bagian atap. Namun, alhamdulillah tidak ada korban luka maupun korban jiwa,” ujar Deniar dalam laporan tertulisnya.
Berdasarkan pendataan sementara, total kerugian material akibat kejadian tersebut ditaksir mencapai Rp10 juta. Kedua rumah yang terdampak merupakan rumah permanen.
Pasca kejadian, P2BK Sagaranten langsung berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait, termasuk perangkat desa dan Forkopimcam, guna melakukan penanganan di lokasi.
“Kami bersama Damkar Sagaranten, Tagana, TNI-Polri, Tantrib Kecamatan, pemerintah desa, serta warga setempat langsung melakukan evakuasi pohon tumbang menggunakan mesin potong (chainsaw) agar tidak mengganggu aktivitas warga,” tambahnya.
Saat ini, kondisi cuaca di lokasi dilaporkan cerah dan situasi telah kembali kondusif. P2BK Sagaranten juga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem, terutama angin kencang yang masih berpeluang terjadi.
Data kejadian ini masih bersifat sementara dan akan diperbarui apabila terdapat perkembangan lanjutan di lapangan.






