LINGKARPENA.ID | Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Sukabumi menjalin sinergi dengan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Sukabumi dalam rangka memperingati Hari Lahir (Harlah) ke-100 NU. Kolaborasi ini diwujudkan melalui rangkaian kegiatan sosial dan aksi peduli lingkungan yang dipusatkan di kawasan Pantai Palabuhanratu.
Puncak kegiatan berlangsung meriah dengan agenda santunan bagi masyarakat yang membutuhkan serta Gerakan Santri Bersihkan Pantai yang diikuti ribuan santri dari berbagai pondok pesantren di Kabupaten Sukabumi.
Kegiatan tersebut turut dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Sukabumi, jajaran PCNU, Ketua Baznas Kabupaten Sukabumi, serta sejumlah tokoh masyarakat.
Ketua PCNU Kabupaten Sukabumi, KH E.S. Mubarok menegaskan bahwa peringatan satu abad NU tidak boleh berhenti pada kegiatan seremonial semata. Menurutnya, perayaan Harlah harus menjadi momentum memperkuat pengabdian NU kepada masyarakat dan lingkungan.
“Satu abad NU bukan sekadar perayaan, tetapi pengingat bahwa NU harus terus hadir membawa manfaat bagi umat dan menjaga keberlangsungan kehidupan sosial,” kata KH E.S. Mubarok.
Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Sukabumi, Dr. Drs. H. Ali Iskandar, M.H., menilai keterlibatan santri dalam kegiatan bersih pantai merupakan langkah strategis untuk membangun kesadaran publik dalam menjaga destinasi wisata.
Ia menyebut Pantai Palabuhanratu sebagai salah satu ikon utama pariwisata Sukabumi yang harus dijaga kebersihan dan kelestariannya secara kolektif.
“Kami ingin wisata Sukabumi tumbuh dengan konsep berkelanjutan. Kebersihan pantai adalah tanggung jawab bersama, dan gerakan santri ini menjadi contoh yang sangat positif,” ujarnya.
Selain aksi bersih pantai, kegiatan Harlah ke-100 NU juga diisi dengan pemberian santunan sebagai bentuk kepedulian sosial terhadap masyarakat. Ribuan santri tampak antusias memunguti sampah di sepanjang pesisir sebagai simbol gerakan cinta lingkungan.
KH E.S. Mubarok berharap NU di usia satu abad semakin kuat dalam menjaga soliditas organisasi serta mempererat sinergi dengan pemerintah daerah dan seluruh elemen masyarakat.
“NU harus semakin mandiri dan kokoh, mampu mengikuti perkembangan zaman tanpa meninggalkan nilai perjuangan para ulama pendiri,” tandasnya. (adv).






