Dispar Kabupaten Sukabumi Ajak Jaga Lahan Basah Demi Pariwisata Berkelanjutan

Sumber foto: akun medsos Dispar Kab. Sukabumi/ist

LINGKARPENA.ID | Dinas Pariwisata Kabupaten Sukabumi ikut memperingati Hari Lahan Basah Sedunia yang diperingati setiap 2 Februari, sebagai bentuk kepedulian terhadap pentingnya menjaga ekosistem lahan basah yang memiliki peran besar bagi kelangsungan lingkungan sekaligus pengembangan sektor pariwisata.

Pada peringatan tahun 2026 ini, Hari Lahan Basah Sedunia mengangkat tema “Lahan Basah dan Pengetahuan Tradisional: Merayakan Warisan Budaya”. Tema tersebut menegaskan bahwa lahan basah tidak hanya berfungsi sebagai penyangga kehidupan, namun juga memiliki keterkaitan kuat dengan nilai budaya, tradisi masyarakat, serta potensi wisata berbasis kearifan lokal.

Baca juga:  Menyoal TGR, Inspektorat Kabupaten Sukabumi Lakukan Riksus Sejumlah Desa

Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Sukabumi, Dr. Drs. H. Ali Iskandar, M.H., menyampaikan bahwa kawasan lahan basah seperti pesisir, sungai, rawa, maupun danau merupakan kekayaan alam yang bernilai tinggi dan memiliki daya tarik tersendiri bagi wisatawan.

“Lahan basah adalah aset wisata yang harus dijaga, karena memiliki nilai ekologis dan budaya yang bisa memberi manfaat ekonomi secara berkelanjutan,” ujarnya.

Baca juga:  Rakor Persiapan HJKS ke 154 Tahun 2024

Ia juga menekankan bahwa pembangunan pariwisata di Kabupaten Sukabumi harus dilakukan secara bijak dengan mengutamakan prinsip keberlanjutan. Selain menjaga keseimbangan ekosistem, pelibatan masyarakat lokal dinilai penting agar warga menjadi bagian utama dalam pengelolaan dan pemanfaatan potensi wisata.

Melalui momentum peringatan Hari Lahan Basah Sedunia 2026 ini, Dinas Pariwisata Kabupaten Sukabumi mengajak seluruh pihak, mulai dari pemerintah, masyarakat, hingga pelaku usaha, untuk bersama-sama menjaga kelestarian lahan basah demi terwujudnya pariwisata daerah yang ramah lingkungan, berdaya saing, serta berkelanjutan. (adv).

Baca juga:  Peringatan Hari Jadi Kabupaten Sukabumi ke-155 Ditunda, Ini Pertimbangannya

Pos terkait