LINGKARPENA.ID | Pemerintah Kabupaten Sukabumi bersama BPJS Ketenagakerjaan menyerahkan santunan jaminan kematian kepada keluarga almarhum Mulfi Abizan Rahandi, anggota Balawista Kabupaten Sukabumi. Penyerahan santunan tersebut dilaksanakan pada 2 Maret 2026 di Aula Dinas Pariwisata Kabupaten Sukabumi.
Almarhum Mulfi Abizan Rahandi diketahui meninggal dunia pada 18 Januari 2026 karena sakit. Kepergian almarhum meninggalkan duka mendalam, khususnya bagi keluarga besar sektor pariwisata Kabupaten Sukabumi, tempat beliau mengabdi sebagai anggota Balawista.
Dalam kesempatan tersebut, santunan jaminan kematian sebesar Rp42 juta diserahkan kepada ahli waris sebagai hak almarhum yang terdaftar sebagai peserta aktif BPJS Ketenagakerjaan. Kepesertaan tersebut difasilitasi melalui pembayaran premi yang didukung oleh pemerintah daerah sebagai bentuk komitmen perlindungan sosial bagi para pekerja sektor pariwisata.
Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Sukabumi, Ali Iskandar, menyampaikan bahwa santunan ini merupakan wujud nyata kehadiran negara dalam memberikan perlindungan kepada para pekerja, termasuk di sektor pariwisata.
“Ini adalah bentuk tanggung jawab dan kepedulian pemerintah terhadap para pekerja pariwisata yang telah mendedikasikan diri untuk daerah. Kami ingin memastikan bahwa keluarga yang ditinggalkan tetap mendapatkan haknya dan merasakan manfaat dari program perlindungan sosial,” ujar Ali Iskandar.
Ia juga menegaskan bahwa perlindungan melalui BPJS Ketenagakerjaan sangat penting untuk memberikan rasa aman bagi para pekerja, terutama mereka yang bertugas di lapangan seperti Balawista.
“Sektor pariwisata memiliki risiko kerja yang tidak kecil. Karena itu, kami berkomitmen untuk terus mendorong seluruh pelaku dan pekerja pariwisata agar terdaftar sebagai peserta aktif BPJS Ketenagakerjaan. Ini bukan sekadar administrasi, tetapi jaminan masa depan bagi keluarga,” tambahnya.
Sebelumnya, Ali Iskandar telah mengunjungi rumah duka almarhum di Kampung Karangpapa, Kecamatan Cisolok, sebagai bentuk empati dan penghormatan kepada keluarga yang ditinggalkan. Kunjungan tersebut sekaligus menjadi dukungan moral agar keluarga tetap tabah menghadapi cobaan.
Santunan yang diberikan diharapkan dapat membantu meringankan beban keluarga almarhum. Pemerintah daerah pun berharap, perlindungan sosial yang difasilitasi ini benar-benar dirasakan manfaatnya oleh para pekerja dan keluarganya.
Doa pun dipanjatkan agar almarhum mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT, diampuni segala khilafnya, dilapangkan kuburnya, serta setiap pengabdian yang telah diberikan menjadi amal jariah yang terus mengalir pahalanya. Sementara bagi keluarga yang ditinggalkan, semoga diberikan ketabahan, kekuatan, dan keikhlasan.(adv).






