Kilau Batu Akik Warnai HUT Kota, Sukabumi Dorong Ekonomi Kreatif

LINGKARPENA.ID | Gemerlap batu akik dengan aneka warna dan corak memikat mata pengunjung yang memadati Gedung Juang 45, Minggu (5/4/2026). Dalam balutan suasana Hari Jadi ke-112 Kota Sukabumi, gelaran bertajuk Kemilau Batu Bercahaya menghadirkan kontes sekaligus pameran batu mulia yang tak sekadar memanjakan estetika, tetapi juga menyuarakan semangat kebangkitan ekonomi kreatif lokal.

 

Di antara etalase-etalase yang berkilau, para perajin dan kolektor memperlihatkan karya terbaiknya. Ada yang berwarna hijau zamrud, merah menyala, hingga motif unik yang terbentuk alami selama ribuan tahun. Setiap batu membawa cerita—tentang proses panjang, ketekunan tangan pengrajin, hingga harapan akan nilai jual yang terus meningkat.

Baca juga:  Sekda Ajak Komite Ekonomi Kreatif Jadi Motor Penggerak HJKS ke-156 dan Pengembangan Ekraf Sukabumi

 

Wakil Wali Kota Sukabumi, Bobby Maulana, hadir langsung menyapa peserta dan pengunjung. Ia menilai, kegiatan tersebut bukan sekadar perayaan, melainkan momentum penting untuk menggerakkan potensi ekonomi daerah.

 

“Ajang ini menjadi ruang bagi para pelaku usaha untuk menunjukkan kualitas produknya sekaligus membuka peluang pasar yang lebih luas,” ujarnya singkat.

 

Baca juga:  Aksi Unras BEM Mahasiswa di Kota Mochi Berlanjut Hingga Malam, Ini Hasilnya?

Lebih dari sekadar kompetisi yang memperebutkan Piala Wali Kota, kegiatan ini menampilkan 10 kategori batu unggulan. Setiap kategori menonjolkan keunikan serta kualitas khas Sukabumi, yang selama ini dikenal memiliki potensi batu akik bernilai tinggi.

 

Bagi pemerintah daerah, geliat ini bukan tanpa alasan. Batu akik dinilai mampu menjadi salah satu motor penggerak ekonomi kreatif. Dari hulu hingga hilir, aktivitasnya melibatkan banyak pihak—mulai dari penambang, pengrajin, hingga pedagang—yang pada akhirnya membuka lapangan kerja baru dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Baca juga:  BACEWO POLITIK ALA LINGKARPENA

 

Di tengah tantangan ekonomi, Pemerintah Kota Sukabumi terus berupaya memperkuat ekosistem UMKM, termasuk melalui promosi dan event tematik seperti ini. Harapannya, produk lokal tak hanya berjaya di pasar daerah, tetapi juga mampu menembus pasar nasional bahkan internasional.

 

Sore itu, cahaya lampu yang memantul di permukaan batu seolah menjadi simbol harapan. Bahwa dari kilau kecil di sudut etalase, ada potensi besar yang siap mengangkat ekonomi Sukabumi ke panggung yang lebih luas.

Pos terkait