Dispar Kabupaten Sukabumi Pelajari Pengelolaan Sampah Modern Berbasis ‘MOTAH’ di Bandung

LINGKARPENA.ID | Dinas Pariwisata Kabupaten Sukabumi melaksanakan kunjungan kerja ke Kota Bandung pada Selasa, 15 April 2026. Kegiatan ini berlangsung di Kecamatan Batununggal, tepatnya di Kelurahan Kacapiring, sebagai bagian dari studi lapangan terkait sistem pengelolaan sampah modern berbasis masyarakat melalui pemanfaatan Mesin Olah Runtah (MOTAH).

 

Rombongan disambut langsung oleh Camat Batununggal, Latif, bersama Lurah Kacapiring, Aden Solihin, serta jajaran kelurahan. Turut hadir pula Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) pengelola MOTAH, termasuk Dadan selaku tim teknis lapangan dan Iryana sebagai ketua KSM.

 

Dalam kunjungan tersebut, rombongan meninjau langsung proses pengelolaan sampah, mulai dari tahap pemilahan, proses pembakaran termal, pengendalian emisi, sistem kerja operator selama 24 jam, hingga pemanfaatan residu abu menjadi produk bernilai ekonomi seperti paving block dan media tanam.

Baca juga:  Culinary & Fashion Nite Festival Jadi Etalase UMKM, Sekda Sukabumi Tegaskan Komitmen Dukungan Berkelanjutan

 

Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Sukabumi, Ali Iskandar, mengatakan bahwa kunjungan ini merupakan langkah konkret dalam mencari solusi penanganan sampah, khususnya di kawasan wisata.

 

“Sampah harus kita olah, sampah harus menjadi berkah. Hari ini kami belajar ke Kota Bandung, tepatnya di Kelurahan Kacapiring, untuk melihat langsung praktik terbaik pengelolaan sampah melalui teknologi MOTAH. Harapannya, ini bisa kita adopsi di Kabupaten Sukabumi, terutama di kawasan wisata agar tetap bersih dan menarik bagi wisatawan,” ujar Ali Iskandar.

 

“Kita ingin destinasi wisata terbebas dari persoalan sampah. Dengan begitu, wisatawan akan merasa nyaman dan berpotensi datang kembali. Dampaknya tentu akan meningkatkan perputaran ekonomi atau velocity money di daerah,” tambahnya.

Baca juga:  Sekda Kabupaten Sukabumi Apresiasi Career Day XVI 2026

 

“Insya Allah, melalui kolaborasi dengan berbagai pihak, kami akan berupaya menghadirkan teknologi ini di wilayah strategis seperti Citepus, Cikakak, Cimaja, hingga Simpenan,” ungkapnya.Sementara itu, Camat Batununggal, Latif, menyampaikan bahwa keberadaan MOTAH telah membawa perubahan signifikan dalam penanganan sampah di wilayahnya.

 

“Dengan MOTAH, sampah yang sebelumnya menumpuk dan menimbulkan bau serta penyakit, kini bisa diselesaikan dalam satu hari. Lingkungan menjadi lebih bersih, sehat, dan nyaman bagi masyarakat,” jelasnya.

 

Ia menambahkan, sejak beroperasinya MOTAH, dua dari tiga tempat penampungan sementara (TPS) di wilayahnya telah ditutup karena seluruh proses pengolahan terpusat dan berjalan efektif.

Baca juga:  Forum Diskusi Kesehatan, Sekda: Digitalisasi Dukung Terwujudnya Indonesia Emas 2045

 

Berdasarkan penjelasan tim teknis, mesin MOTAH mampu mengolah 10 hingga 12 ton sampah per hari tanpa menggunakan bahan bakar tambahan. Bahkan, dalam kondisi sampah yang telah terpilah dengan baik, kapasitasnya bisa mencapai hingga 18 ton per hari. Residu yang dihasilkan pun sangat minim, hanya sekitar 0,1 persen, dan dapat dimanfaatkan kembali.

 

Kunjungan ini diharapkan menjadi langkah awal bagi Pemerintah Kabupaten Sukabumi dalam mengadopsi inovasi pengelolaan sampah yang efektif, ramah lingkungan, dan berkelanjutan, khususnya dalam mendukung sektor pariwisata. (adv).

Pos terkait