LINGKARPENA.ID | Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sukabumi merespons keluhan warga terkait tumpukan sampah yang menimbulkan bau menyengat di Jalan Babakan, Desa Jayanti, Kecamatan Palabuhanratu. Penanganan awal telah dilakukan sebagai upaya mengurai persoalan yang selama ini dikeluhkan masyarakat.
Sekretaris DLH Kabupaten Sukabumi, Nuryamin, menjelaskan bahwa pihaknya telah turun langsung melakukan penanganan di lokasi pada Kamis, 23 April 2025. Langkah tersebut dilakukan untuk mengurangi dampak lingkungan sekaligus menjawab keresahan warga yang terdampak.
“Terkait dengan adanya pemberitaan tumpukan sampah di Jalan Babakan Jayanti, kami sudah melakukan penanganan pada hari Kamis, 23 April 2025. Kami berharap setelah dilakukan penanganan ini tidak terjadi kembali penumpukan sampah di lokasi tersebut,” ujar Nuryamin kepada lingkar pena. id, Sabtu ( 25/4/2026 )
Ia menegaskan, DLH juga akan melakukan evaluasi terhadap jadwal layanan pengangkutan sampah di wilayah tersebut agar kejadian serupa tidak terus berulang.
“Kami akan melakukan evaluasi terhadap jadwal layanan ke lokasi tersebut,” tambahnya.
Sebelumnya, warga setempat mengeluhkan kondisi tumpukan sampah yang meluber hingga ke badan jalan. Selain mengganggu akses, kondisi itu juga menimbulkan bau tidak sedap yang semakin parah saat hujan turun. Air lindi dari sampah bahkan kerap mengalir ke jalan, memicu kekhawatiran akan dampak kesehatan.
Permasalahan ini disebut bukan hal baru. Warga mengaku sudah lama menghadapi kondisi tersebut tanpa penanganan yang berkelanjutan. Di sisi lain, keterbatasan fasilitas pembuangan sampah membuat masyarakat kesulitan mencari alternatif pembuangan yang layak.
Situasi ini mencerminkan persoalan klasik antara rendahnya dukungan sarana prasarana dengan kebutuhan pengelolaan sampah yang terus meningkat. Tanpa sistem pengangkutan yang rutin dan fasilitas memadai, potensi penumpukan sampah akan terus terjadi.
Dengan adanya penanganan dan rencana evaluasi dari DLH, warga berharap ada solusi konkret dan berkelanjutan, seperti penyediaan tempat pembuangan sementara serta jadwal pengangkutan yang lebih rutin, sehingga lingkungan menjadi lebih bersih dan nyaman.(adv)






