Tanamkan Kesadaran Sejak Dini, Damkar Palabuhanratu Edukasi Bahaya Kebakaran ke Anak-anak

LINGKARPENA.ID | Tawa riang anak-anak terdengar di halaman Damkar Pos 1 Palabuhanratu, Minggu (26/4/2026). Dengan penuh rasa penasaran, puluhan siswa PAUD Nurul Anwar Baeud, Kecamatan Warungkiara, mengikuti kegiatan pengenalan profesi pemadam kebakaran yang dikemas secara edukatif dan menyenangkan.

 

Didampingi para guru, anak-anak tampak antusias saat pertama kali melihat langsung peralatan pemadam kebakaran dari jarak dekat. Helm, selang air, hingga mobil pemadam menjadi daya tarik tersendiri yang membuat mereka tak henti bertanya.

Baca juga:  Wabup Dampingi Pangkostrad Pada Penutupan Latihan Standarisasi Prajurit Kostrad Gelombang XIV

 

Komandan Damkar Pos 1 Palabuhanratu, Aceng Ismail, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan agenda rutin tahunan sebagai bagian dari upaya edukasi sejak usia dini.

 

“Melalui kegiatan ini, anak-anak diajak mengenal tugas pemadam kebakaran serta pentingnya memahami cara melindungi diri dari bahaya kebakaran,” ujarnya.

 

Tak sekadar teori, para siswa juga diajak terlibat langsung dalam simulasi sederhana. Mereka dikenalkan prosedur pelaporan kebakaran, fungsi alat pemadam, hingga diberi kesempatan mencoba menyemprotkan air menggunakan selang layaknya petugas damkar.

Baca juga:  Panen Perdana GM3, Iyos Somantri: Konsep Ini Harus Dikembangkan

 

Momen tersebut menjadi pengalaman berharga bagi anak-anak. Sorak sorai dan wajah sumringah terlihat saat mereka bergantian memegang selang, merasakan sensasi menjadi “petugas kecil” yang siap memadamkan api.

 

Aceng menambahkan, selain memadamkan kebakaran, petugas damkar juga memiliki peran lain dalam membantu masyarakat, seperti menangani kemunculan hewan berbahaya di lingkungan warga.

Baca juga:  Petugas Damkar Palabuhanratu Evakuasi Ular di Perumahan Warga

 

“Harapannya, melalui kegiatan ini anak-anak tidak hanya mengenal profesi damkar, tetapi juga memiliki kesadaran tentang keselamatan dan keberanian menghadapi situasi darurat sejak dini,” tambahnya.

 

Kegiatan ini menjadi bukti bahwa edukasi keselamatan bisa ditanamkan dengan cara yang menyenangkan. Di balik permainan dan praktik sederhana, tersimpan nilai penting tentang kewaspadaan, keberanian, dan kepedulian terhadap lingkungan sekitar. (adv).

Pos terkait