Dadang Hermawan Hadiri Silaturahmi Akbar JTM, Dorong Pelestarian Sejarah dan Identitas Khas Pajampangan

Anggota DPRD Fraksi PKB H Dadang Hermawan, saat memberikan sambutan pada acara silaturahmi Akbar DPP JTM, pada Sabtu (13/6).[Foto: Jajang/lp]

LINGKARPENA.ID | Anggota DPRD Kabupaten Sukabumi dari Fraksi PKB, H. Dadang Hermawan, menghadiri kegiatan Silaturahmi Akbar Paguyuban Jampang Tandang Makalangan (JTM) yang digelar di Sekretariat DPP JTM, Kampung Cibungur, Desa Buniwangi, Kecamatan Surade, Kabupaten Sukabumi, Sabtu (13/6/2026).

Kehadiran legislator dari Daerah Pemilihan (Dapil) VI Kabupaten Sukabumi tersebut menjadi bentuk dukungan terhadap upaya mempererat persatuan masyarakat Pajampangan sekaligus memperkuat sinergi antara unsur masyarakat, pemuda, tokoh daerah, dan pemerintah dalam membangun wilayah selatan Sukabumi.

Dalam sambutannya, Dadang Hermawan menegaskan bahwa kawasan Pajampangan memiliki kekayaan sejarah, budaya, dan potensi lokal yang perlu dijaga serta dilestarikan bersama oleh seluruh elemen masyarakat.

Menurutnya, salah satu warisan bersejarah yang harus mendapat perhatian adalah keberadaan situs megalitikum di Desa Gunungsungging yang menjadi bagian dari identitas sejarah Pajampangan.

“Wilayah Pajampangan memiliki banyak kekayaan sejarah yang harus kita jaga dan lestarikan bersama. Salah satunya keberadaan situs megalitikum di Desa Gunungsungging. Ini merupakan warisan berharga yang harus menjadi kebanggaan masyarakat Pajampangan,” ujarnya.

Baca juga:  Sukabumi Merdeka Touring Ngabumi, Diskan Serahkan Bantuan Ikan dan Kapal Tangkap

Selain pelestarian sejarah, Dadang juga mendorong lahirnya identitas budaya yang kuat sebagai ciri khas masyarakat Pajampangan. Ia menilai simbol-simbol budaya lokal seperti pangsi dan iket atau blangkon khas Pajampangan dapat dikembangkan menjadi identitas daerah yang dikenal luas.

“Bagaimana caranya kita menjadikan simbol pendekar Pajampangan ini memiliki ciri khas yang kuat. Salah satunya melalui pangsi dan blangkon yang bisa menjadi identitas masyarakat Pajampangan. Bahkan ke depan bisa menjadi aset budaya yang memiliki nilai dan pengakuan sebagai ciri khas daerah,” katanya.

Dadang mencontohkan daerah lain yang berhasil membangun identitas budaya yang kuat sehingga menjadi daya tarik sekaligus kebanggaan masyarakatnya.

“Kalau Bali dikenal dengan Pecalangnya, maka Pajampangan juga harus memiliki ciri khas yang membedakan dengan daerah lain. Kita punya potensi budaya, sejarah, dan semangat kebersamaan yang luar biasa untuk diwujudkan menjadi identitas daerah,” tambahnya.

Baca juga:  H. Dadang Hermawan Tunaikan Nazar Politik, Berikan Bantuan Alat Drumband

Pada kesempatan tersebut, Dadang juga menyinggung perjalanan lahirnya gerakan Jampang Tandang Makalangan yang menurutnya tidak terlepas dari semangat para pemuda yang sebelumnya aktif dalam Komunitas Muda Pajampangan (KMP), khususnya di Kecamatan Ciracap.

Ia menjelaskan bahwa gerakan tersebut berawal dari semangat pemuda untuk menjaga dan mengawal pembangunan serta kemajuan Pajampangan. Semangat itu kemudian mendapat dukungan dari para senior hingga berkembang menjadi organisasi yang lebih besar.

“Kalau melihat sejarahnya, pergerakan Jampang Tandang Makalangan berawal dari semangat para pemuda KMP Kecamatan Ciracap. Perjalanan itu terus berkembang, mendapat dukungan para senior, hingga akhirnya hari ini lahir dan tumbuh menjadi Jampang Tandang Makalangan yang kita kenal bersama,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Dadang menegaskan bahwa keberadaan JTM harus mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat, terutama dalam menghadapi berbagai persoalan sosial yang mengancam generasi muda.

Baca juga:  Mieling Peristiwa Palagan Pasirkarang

Menurutnya, isu penyalahgunaan narkoba menjadi salah satu tantangan serius yang harus dihadapi secara bersama-sama. Karena itu, JTM melalui jaringan pemuda yang dimilikinya diharapkan dapat menjadi garda terdepan dalam upaya pencegahan dan edukasi kepada masyarakat.

“Ketika ada persoalan sosial seperti narkoba yang mengancam generasi muda, JTM harus hadir dan bergerak. Kami memandang pemuda harus menjadi garda terdepan untuk mengingatkan masyarakat bahwa narkoba adalah musuh bersama yang merusak masa depan bangsa,” tegasnya.

Kegiatan Silaturahmi Akbar JTM berlangsung penuh keakraban dan dihadiri oleh pengurus DPP JTM, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, serta berbagai elemen masyarakat Pajampangan. Acara tersebut menjadi momentum memperkuat persatuan sekaligus membangun komitmen bersama dalam menjaga budaya, sejarah, dan kemajuan wilayah Pajampangan.(adv).

Pos terkait