LINGKARPENA.ID | Komitmen Pemerintah Kabupaten Sukabumi dalam memperkuat kualitas keluarga mulai menunjukkan hasil konkret. Kampung Keluarga Berkualitas (KB) di Bantargebang, Kecamatan Bantargadung, berhasil melaju ke tahap lanjutan setelah dinyatakan lolos seleksi administrasi tingkat Provinsi Jawa Barat tahun 2026.
Keberhasilan ini tidak datang begitu saja. Peran aktif Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kabupaten Sukabumi dinilai menjadi salah satu faktor utama, terutama dalam mendorong intervensi berbasis keluarga yang berkelanjutan.
Kepala Bidang KB dan Kesehatan Reproduksi DPPKB Kabupaten Sukabumi, Feri Budiman, menegaskan bahwa capaian tersebut merupakan hasil kerja bersama lintas sektor dari tingkat desa hingga kecamatan.
“Ini bukan kerja satu pihak. Semua unsur terlibat, mulai dari UPT, pemerintah desa, kecamatan, tenaga kesehatan, hingga kader PKK. Kami bahkan hadir langsung saat sesi wawancara daring untuk memastikan kesiapan di lapangan,” ujarnyaad
Menurut Feri, penguatan Kampung KB tidak hanya berorientasi pada kelengkapan administrasi semata. Lebih dari itu, fokus utama juga diarahkan pada hasil nyata, seperti penurunan angka stunting dan peningkatan Indeks Pembangunan Keluarga (i-Bangga).
Proses seleksi di tingkat provinsi sendiri dilakukan secara ketat melalui sistem pelaporan berbasis digital milik BKKBN. Penilaian tidak hanya berhenti pada dokumen, tetapi juga mencakup implementasi program dan dampaknya terhadap kesejahteraan masyarakat.
“Evaluasi tidak hanya melihat laporan di atas kertas, tapi juga bagaimana program berjalan di lapangan. Karena itu, pembaruan data berkala, penguatan kegiatan DASHAT, dan optimalisasi peran kelompok kerja desa terus kami dorong,” jelasnya.
Meski demikian, Feri mengakui masih ada sejumlah catatan dari tim penilai provinsi. Beberapa di antaranya terkait kelengkapan laporan operasional, dokumentasi kegiatan, serta konsistensi pembaruan data.
Namun, ia menilai hal tersebut sebagai bagian dari proses perbaikan berkelanjutan.
“Catatan itu justru menjadi bahan evaluasi bagi kami untuk memperkuat sistem. Target kami bukan sekadar lolos seleksi, tetapi memastikan program Kampung KB benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” tegasnya.
Lebih lanjut, Kampung KB Bantargebang dinilai memiliki peluang besar untuk menjadi contoh pengembangan program serupa di wilayah lain di Kabupaten Sukabumi, terutama dalam integrasi layanan kesehatan, pendidikan keluarga, dan pemberdayaan masyarakat.
Tahapan wawancara daring yang difasilitasi oleh perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Barat menjadi momen penting dalam menentukan peserta terbaik. Setiap peserta diberikan kesempatan memaparkan program unggulan yang kemudian didalami melalui sesi diskusi bersama tim penilai.
Feri berharap capaian ini dapat menjadi pemicu semangat bagi Kampung KB lainnya di Sukabumi untuk terus meningkatkan kualitas program serta sistem pelaporan.
“Kami ingin Kampung KB menjadi garda terdepan pembangunan keluarga. Dari keluarga yang kuat, akan lahir masyarakat yang sejahtera dan memiliki daya saing,” pungkasnya. (adv).






