Mahasiswi Bergerak, Kebijakan Didorong: KOPRI PMII Kota Sukabumi Soroti Pemberdayaan dan Perlindungan Perempuan

Korps Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Putri (KOPRI) PC PMII Kota Sukabumi menggelar audiensi strategis bersama Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Kota Sukabumi.[foto.ist/jal]

LINGKARPENA.ID | Korps Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Putri (KOPRI) PC PMII Kota Sukabumi menggelar audiensi strategis bersama Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Kota Sukabumi sebagai bentuk komitmen mahasiswa dalam mendorong penguatan kebijakan publik yang responsif terhadap isu perempuan, anak, serta pembangunan keluarga berkelanjutan.

 

Audiensi yang berlangsung dalam suasana dialogis tersebut menjadi ruang sinergi antara organisasi mahasiswa dan pemerintah daerah guna membahas berbagai persoalan aktual, mulai dari pemberdayaan perempuan di tingkat akar rumput, meningkatnya kerentanan kekerasan terhadap perempuan dan anak, hingga optimalisasi program Keluarga Berencana (KB) di kalangan generasi muda.

 

Dalam forum tersebut, KOPRI PC PMII Kota Sukabumi menyoroti masih adanya kesenjangan akses pemberdayaan perempuan, khususnya bagi perempuan muda, perempuan pekerja informal, serta perempuan di wilayah marginal perkotaan. Selain itu, persoalan perlindungan perempuan dan anak dinilai masih membutuhkan pendekatan kolaboratif lintas sektor agar tidak hanya berhenti pada aspek penanganan, tetapi juga pencegahan.

Baca juga:  Raden Koesoemo Hutaripto Optimis Duduki Kursi DPRD Kota Sukabumi

 

Ketua KOPRI PC PMII Kota Sukabumi, Sahabati Risma Fauziah, menegaskan bahwa kehadiran KOPRI bukan sekadar melakukan audiensi seremonial, melainkan membawa mandat advokasi perempuan dan anak sebagai bagian dari tanggung jawab moral gerakan mahasiswa.

 

Menurutnya, isu perempuan tidak bisa lagi dipandang sebagai persoalan sektoral semata, tetapi harus menjadi agenda pembangunan daerah yang terintegrasi.

 

“Kami memandang bahwa pemberdayaan perempuan bukan hanya tentang pelatihan atau kegiatan simbolik, melainkan bagaimana perempuan memiliki akses terhadap pendidikan, ekonomi, kesehatan reproduksi, serta ruang pengambilan keputusan. Perempuan harus hadir sebagai subjek pembangunan, bukan sekadar objek program,”tegas Sahabati Risma Fauziah.

 

Ia juga menyoroti pentingnya penguatan edukasi kesehatan reproduksi dan program Keluarga Berencana (KB) bagi generasi muda. Menurutnya, masih banyak mahasiswa dan remaja yang belum mendapatkan literasi komprehensif mengenai kesehatan reproduksi, perencanaan keluarga, serta kesiapan sosial sebelum memasuki kehidupan rumah tangga.

Baca juga:  Di HUT Lalu Lintas Bhayangkara Ke 66, Ini yang Dilakukan Polantas Polres Sukabumi Kota

 

“Program KB hari ini tidak boleh lagi dipahami semata-mata sebagai pengendalian jumlah penduduk, tetapi harus menjadi gerakan kesadaran kolektif tentang kualitas keluarga, kesiapan mental, kesehatan ibu dan anak, serta masa depan generasi bangsa. Mahasiswa memiliki peran strategis sebagai agen edukasi di tengah masyarakat,” lanjutnya.

 

Dalam audiensi tersebut, KOPRI PC PMII Kota Sukabumi juga menyampaikan sejumlah rekomendasi, di antaranya penguatan ruang aman bagi perempuan korban kekerasan, peningkatan sosialisasi perlindungan anak berbasis komunitas, serta kolaborasi program pemberdayaan ekonomi perempuan berbasis organisasi kepemudaan dan mahasiswa.

 

Sahabati Risma menambahkan bahwa masih terdapat stigma sosial yang menjadi hambatan perempuan untuk melapor ketika mengalami kekerasan. Oleh karena itu, ia mendorong pemerintah daerah untuk memperluas pendekatan preventif melalui edukasi publik yang masif dan berkelanjutan.

 

“Perlindungan perempuan dan anak harus dimulai dari kesadaran sosial. Kita membutuhkan ekosistem yang aman, ramah, dan berpihak pada korban. Negara harus hadir secara nyata, dan mahasiswa siap menjadi mitra kritis sekaligus mitra strategis pemerintah,” ujarnya.

Baca juga:  Perbuatan Asusila Anak Dibawah Umur Dilaporkan Ibu Kandung, Ini Respon Kapolres Sukabumi Kota

 

Pihak DP2KBP3A Kota Sukabumi menyambut baik audiensi tersebut dan mengapresiasi keterlibatan aktif mahasiswa, khususnya KOPRI PMII, dalam mengawal isu-isu strategis pembangunan sosial. Dialog ini diharapkan menjadi awal kolaborasi program yang lebih konkret antara pemerintah daerah dan organisasi mahasiswa.

 

Audiensi ini sekaligus menegaskan posisi KOPRI PC PMII Kota Sukabumi sebagai organisasi kader perempuan yang tidak hanya bergerak dalam ruang intelektual kampus, tetapi juga aktif mengawal kebijakan publik, memperjuangkan kesetaraan gender, serta memperkuat perlindungan perempuan dan anak di Kota Sukabumi.

 

Melalui forum ini, KOPRI PC PMII Kota Sukabumi menegaskan komitmennya untuk terus menjadi garda terdepan dalam advokasi perempuan, mendorong pembangunan keluarga berkualitas, serta memastikan hadirnya kebijakan yang berkeadilan gender demi terwujudnya masyarakat yang inklusif, berdaya, dan berkeadaban.

Pos terkait