LINGKARPENA.ID | Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kecamatan Sagaranten, Kabupaten Sukabumi, selama sekitar delapan jam menyebabkan Sungai Cikaso meluap pada Senin (25/5/2026) pagi. Akibatnya, ruas Jalan Raya Sagaranten–Cidolog sempat tidak dapat dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat.
Luapan Sungai Cikaso terjadi sekitar pukul 05.00 WIB setelah hujan deras mengguyur wilayah Sagaranten sejak Minggu malam pukul 19.00 WIB hingga Senin dini hari pukul 03.00 WIB.
Genangan air setinggi sekitar 1,5 meter merendam ruas Jalan Raya Cidolog tepatnya di Kampung Legok Angka RT 007/RW 004, Desa Curugluhur, Kecamatan Sagaranten. Kondisi tersebut menyebabkan arus lalu lintas lumpuh sementara selama beberapa jam.
Selain menggenangi jalan utama, luapan air juga merendam lima rumah warga di Kampung Citiis RT 004/RW 001 Desa Curugluhur dengan ketinggian air mencapai sekitar 25 sentimeter atau setinggi betis orang dewasa.
Camat Sagaranten, R. Ade Ahsan Bratadiredja, mengatakan pihak kecamatan bersama unsur Forkopimcam dan relawan langsung turun ke lokasi untuk melakukan penanganan dan membantu warga terdampak.
“Begitu menerima laporan, kami bersama unsur TNI-Polri, P2BK, perangkat desa dan para relawan langsung melakukan penanganan di lokasi. Alhamdulillah tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini,” ujarnya.
Ia menjelaskan, petugas gabungan melakukan pengamanan di lokasi, membantu pengendara yang akan melintas, hingga membersihkan rumah warga yang terdampak lumpur akibat luapan sungai.
“Kondisi saat ini sudah berangsur normal. Kendaraan roda dua dan roda empat sudah dapat melintas kembali sekitar pukul 09.30 WIB hingga 10.00 WIB. Warga juga telah bergotong royong membersihkan rumah masing-masing,” katanya.
Ade Ahsan mengimbau masyarakat yang tinggal di bantaran sungai agar tetap meningkatkan kewaspadaan mengingat cuaca ekstrem masih berpotensi terjadi di wilayah Sukabumi selatan.
“Kami mengimbau warga untuk tetap waspada terutama saat hujan deras berlangsung cukup lama. Jika debit air sungai mulai meningkat, segera mengamankan diri dan barang-barang penting ke tempat yang lebih aman,” tambahnya.
Dalam penanganan kejadian tersebut, sejumlah unsur terlibat di antaranya anggota Polsek Sagaranten, Koramil 2211 Sagaranten, Kecamatan Sagaranten, P2BK, Pemerintah Desa Curugluhur, Damkar, Dishub, Tagana, IPSM, serta para relawan.
Hingga Senin siang, kondisi cuaca di lokasi dilaporkan cerah, situasi aman dan terkendali.






