Pelajar Tenggelam di Curug 7 Bibijilan, Polisi Imbau Pengunjung Tingkatkan Kewaspadaan

LINGKARPENA.ID | Keindahan alam Curug 7 Bibijilan di Desa Kertaangsana, Kecamatan Nyalindung, Kabupaten Sukabumi, berubah menjadi duka. Seorang pelajar Madrasah Tsanawiyah (MTS) ditemukan meninggal dunia setelah diduga terpeleset dan terjatuh di kawasan wisata alam tersebut, Sabtu (30/5/2026).

 

Korban diketahui bernama M. Khoirul Fahmi (15), warga Kampung Ciherang, Desa Cijulang, Kecamatan Jampang Tengah, Kabupaten Sukabumi. Remaja yang masih duduk di bangku kelas II MTS itu datang ke lokasi wisata bersama rekannya untuk menikmati suasana alam Curug 7 Bibijilan yang dikenal dengan aliran air terjun bertingkat dan bebatuan licin di sekitarnya.

 

Berdasarkan keterangan saksi, Silvi (16), teman korban, sekitar pukul 09.00 WIB mereka tiba di lokasi wisata dan langsung menuju area curug. Beberapa saat kemudian, korban berpamitan untuk buang air kecil. Namun setelah cukup lama ditunggu, korban tak kunjung kembali.

Baca juga:  Ponakan Habisi Paman di Sukabumi, Ini Motifnya

 

Rasa khawatir membuat Silvi berinisiatif mencari keberadaan temannya. Saat menyusuri area sekitar curug, ia menemukan jejak kaki yang diduga terpeleset di atas bebatuan. Pencarian kemudian dilakukan hingga akhirnya sekitar pukul 12.00 WIB korban ditemukan di dalam aliran air dalam kondisi sudah meninggal dunia.

 

“Dari hasil pemeriksaan awal di lokasi kejadian, korban diduga terpeleset saat berada di area bebatuan yang licin di sekitar curug. Pada tubuh korban ditemukan sejumlah luka akibat benturan, di antaranya pada bagian kepala, dahi, siku tangan, dada, dan lutut,” ujar Kapolsek Nyalindung, IPTU Muhamad Yanuar Fajar, S.H. kepada lingkarpena. id,

Baca juga:  Pejalan Kaki Tewas Tertabrak Motor Tanpa Pelat Nomor di Waluran Sukabumi

 

Menurut Kapolsek, setelah menerima laporan, pihaknya bersama personel Polsek Nyalindung langsung mendatangi lokasi untuk melakukan tindakan pertama di tempat kejadian perkara (TPTKP), memeriksa saksi-saksi, serta berkoordinasi dengan tenaga kesehatan Puskesmas Nyalindung dan pihak Perhutani selaku pengelola kawasan wisata.

 

“Pihak keluarga menerima kejadian ini sebagai musibah dan telah membuat surat pernyataan penolakan autopsi. Jenazah korban kemudian dibawa langsung ke rumah duka untuk dimakamkan,” jelasnya.

 

IPTU Muhamad Yanuar Fajar juga mengimbau masyarakat yang berkunjung ke objek wisata alam, khususnya kawasan air terjun, agar selalu meningkatkan kewaspadaan dan memperhatikan faktor keselamatan.

Baca juga:  SAR Gabungan: Temukan Mahasiswa Asal Bogor Kondisi Tewas di Pantai Sunset Cisolok Sukabumi

 

“Kami mengingatkan para pengunjung untuk tidak berjalan sendirian di area yang rawan, mematuhi aturan keselamatan yang berlaku, serta lebih berhati-hati saat berada di sekitar bebatuan yang licin. Keselamatan harus menjadi prioritas utama saat berwisata alam,” tegasnya.

 

Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa di balik pesona alam yang memikat, kawasan wisata alam juga menyimpan risiko yang harus diwaspadai. Kesadaran akan keselamatan diri dan pendampingan yang memadai sangat penting agar momen rekreasi tidak berakhir menjadi tragedi.

Pos terkait