LINGKARPENA.ID | Aparat gabungan dari berbagai instansi dikerahkan untuk mengamankan aksi unjuk rasa yang digelar Forum RT/RW Kota Sukabumi pada Selasa (2/6/2026). Pengamanan dilakukan untuk menjaga situasi tetap kondusif selama massa menyampaikan aspirasi di depan Balai Kota Sukabumi.
Polres Sukabumi Kota menjadi leading sector dalam pengamanan dengan menurunkan ratusan personel yang dibantu unsur pemerintah daerah dan instansi pendukung lainnya.
Kabag Ops Polres Sukabumi Kota, Kompol Deden Sulaeman, mengatakan sebanyak 452 personel telah disiapkan guna mengawal seluruh rangkaian kegiatan aksi.
“Kami telah menyusun pola pengamanan dan menempatkan personel di sejumlah titik yang dianggap strategis. Tujuannya agar kegiatan berjalan aman, tertib, dan tidak mengganggu kepentingan masyarakat umum,” ungkap Deden.
Menurutnya, pengamanan tidak hanya mengandalkan personel di lapangan. Berbagai sarana pendukung juga telah dipersiapkan sebagai langkah antisipasi apabila diperlukan.
“Kendaraan pengendali massa, armada Dalmas, unit pemadam kebakaran, ambulans, serta tim medis telah disiagakan sejak awal. Semua disiapkan untuk mendukung kelancaran kegiatan,” jelasnya.
Aksi yang diberi nama “Aksi 2.6.26” tersebut diikuti pengurus RT dan RW dari berbagai wilayah di Kota Sukabumi. Mereka membawa sejumlah tuntutan yang berkaitan dengan kebijakan pemerintah daerah, termasuk persoalan dana abadi yang sebelumnya sempat menjadi pembahasan antara pemerintah dan para pengurus lingkungan.
Koordinator Forum RT/RW Kota Sukabumi, Mauly Fahlevi Prawira atau Levi, menegaskan bahwa aksi tersebut merupakan bentuk penyampaian aspirasi yang lahir dari keinginan para pengurus RT dan RW sendiri.
“Kami ingin menyampaikan aspirasi secara terbuka dan berharap pemerintah dapat memberikan perhatian terhadap berbagai persoalan yang menjadi harapan para pengurus RT dan RW,” ujarnya.
Untuk menunjang kebutuhan peserta selama kegiatan berlangsung, panitia juga membuka posko logistik yang dibiayai secara gotong royong oleh anggota forum dan para pendukung.
“Kami ingin menunjukkan bahwa kegiatan ini berdiri atas semangat kebersamaan. Semua kebutuhan dipenuhi secara swadaya sebagai bentuk komitmen kami dalam memperjuangkan aspirasi,” tutur Levi.
Hingga aksi berlangsung, aparat keamanan terus melakukan pengawalan dan koordinasi dengan para koordinator lapangan guna menjaga situasi tetap aman dan terkendali.






