Rumah di Tengah Sawah Hangus Terbakar, Petugas Damkar dan Warga Padamkan Api Pakai Alat Manual

LINGKARPENA.ID | Gelap malam yang biasanya menyelimuti hamparan sawah di Kampung Ciseupan, RT 01/05, Desa Cidadap, Kecamatan Cidadap, mendadak berubah menjadi kepanikan saat kobaran api melahap sebuah rumah milik Ayi pada Rabu (3/6/2026) malam.

 

Saat laporan diterima Pos Damkar IX Sagaranten sekitar pukul 21.09 WIB, api dilaporkan sudah membesar dan membakar sebagian besar bangunan rumah berukuran 5 x 7 meter tersebut. Petugas kemudian bergerak menuju lokasi dan tiba sekitar pukul 22.20 WIB.

 

Namun medan menuju lokasi kejadian menjadi tantangan tersendiri bagi petugas. Rumah yang terbakar berada jauh dari akses jalan raya dan berada di area persawahan, sehingga mobil pemadam kebakaran tidak dapat menjangkau titik kebakaran.

Baca juga:  Sungai Cikaso Meluap, Rumah dan Lahan Pertanian Warga Datarnangka Sagaranten Hancur

 

Di bawah cahaya lampu seadanya, petugas bersama warga bahu-membahu melakukan pemadaman secara manual. Ember demi ember berisi air berpindah tangan dalam upaya menjinakkan si jago merah yang terus berkobar di tengah hamparan sawah.

 

Danpos Damkar IX Sagaranten, Yusuf, mengatakan proses pemadaman dilakukan tanpa bantuan kendaraan pemadam karena kondisi lokasi yang sulit dijangkau.

 

“Untuk pemadaman, kami tidak menggunakan mobil unit karena lokasi kebakaran jauh dari jalan raya dan berada di tengah area persawahan. Jadi upaya pemadaman dilakukan secara manual menggunakan ember bersama masyarakat sekitar,” ujar Yusuf.

Baca juga:  Disebabkan Lilin, Rumah Warga Cibitung Sukabumi Terbakar, Damkar Surade Mewanti-wanti

 

Berkat kerja sama petugas dan warga, api akhirnya dapat dikendalikan sehingga tidak merambat ke area lain. Beruntung dalam peristiwa tersebut tidak terdapat korban jiwa maupun korban luka.

 

Berdasarkan hasil pendataan sementara, kerugian akibat kebakaran ditaksir mencapai sekitar Rp20 juta. Sementara penyebab kebakaran diduga berasal dari korsleting atau gangguan instalasi listrik.

Baca juga:  Setelah Penantian Panjang, Jenazah PMI Asal Sukabumi, Tiba di Kampung Halaman

 

Sejumlah unsur turut hadir di lokasi kejadian, di antaranya petugas Damkar Pos IX Sagaranten, masyarakat sekitar, unsur kecamatan dan desa, Bhabinkamtibmas, P2BK, serta Tagana.

 

Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa keterbatasan akses menuju permukiman masih menjadi tantangan dalam penanganan keadaan darurat. Di tengah keterbatasan tersebut, semangat gotong royong warga menjadi kekuatan utama dalam menghadapi musibah yang datang tanpa diduga.

 

Meski rumah sederhana itu tak dapat diselamatkan sepenuhnya, kebersamaan warga dan petugas malam itu berhasil mencegah dampak yang lebih besar. (adv).

Pos terkait