LINGKARPENA.ID | Kesunyian dini hari di wilayah Kecamatan Cikakak mendadak terusik oleh suara embikan domba yang tak biasa. Suara itu ternyata menjadi petunjuk penting yang mengungkap aksi pencurian hewan ternak dan menggagalkan upaya pelarian komplotan pencuri yang berusaha menyamar sebagai kendaraan travel.
Peristiwa itu terjadi pada Rabu (3/6/2026) sekitar pukul 01.00 WIB. Empat ekor domba milik Pupun Purwati, warga Kampung Ciranji, Desa Ridogalih, dilaporkan hilang dari kandangnya. Di saat warga mulai melakukan pencarian, para pelaku justru mengalami nasib buruk.
Mobil Suzuki Ertiga berwarna putih yang digunakan untuk mengangkut hasil curian mengalami pecah ban saat melintas di Kampung Cileungsing. Kendaraan itu terpaksa berhenti di dekat jembatan dan menjadi perhatian warga yang melintas.
Awalnya, dua pria di dalam mobil mengaku sebagai sopir travel yang sedang dalam perjalanan menjemput penumpang. Namun alasan tersebut tidak bertahan lama. Saat percakapan berlangsung, terdengar suara embikan dari dalam kendaraan yang seluruh kacanya tertutup rapat.
“Waktu ditanya, mereka bilang mobil travel dan mau jemput penumpang. Tapi tiba-tiba terdengar suara domba dari dalam mobil. Warga langsung curiga karena tidak mungkin penumpangnya domba,” ujar Adom, warga setempat.
Kecurigaan itu semakin menguat. Beberapa warga kemudian memeriksa kendaraan tersebut. Saat pintu mobil dibuka, mereka menemukan empat ekor domba dalam kondisi terikat rapi di bagian belakang kendaraan.
Penemuan itu langsung memancing kerumunan warga. Informasi kehilangan ternak yang sebelumnya beredar dengan cepat membuat sejumlah warga berdatangan ke lokasi. Beruntung, situasi dapat dikendalikan sebelum terjadi aksi main hakim sendiri.
“Begitu mobil diperiksa, ternyata benar ada empat ekor domba yang diduga hasil curian. Warga yang sejak awal mencari hewan ternaknya langsung berdatangan ke lokasi,” kata warga lainnya.
Menurut dia, keberhasilan mengungkap kasus tersebut tidak lepas dari kondisi kendaraan pelaku yang mengalami pecah ban saat melarikan diri. Jika tidak mengalami kendala di perjalanan, para pelaku kemungkinan sudah jauh meninggalkan lokasi.
“Mungkin kalau bannya tidak pecah, mereka bisa lolos. Justru karena berhenti dan berinteraksi dengan warga, penyamaran mereka terbongkar,” ungkapnya.
Tak lama setelah kejadian, personel Polsek Cikakak bersama aparat TNI tiba di lokasi dan segera mengamankan situasi. Dua terduga pelaku beserta barang bukti berupa kendaraan dan empat ekor domba kemudian dibawa ke Mapolres Sukabumi untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
Kapolsek Cikakak, Akp H. Dudung A Jamin saat dikonfitmasi lingkarpena. id membenarkan adanya peristiwa tersebut. Untuk pemeriksaan lebih lanjut dua terduga pelaku beserta barang bukti berupa kendaraan dan empat ekor domba sudah ditangani Satreskrim Polres Sukabumi. ” Sudah kita serahkan ke Satreskrim Polres, ” singkatnya.
Peristiwa ini menjadi cerita yang banyak diperbincangkan warga. Di tengah upaya para pelaku menyusun skenario agar terlihat seperti penumpang travel biasa, justru suara embikan domba dari dalam mobil yang menjadi saksi sekaligus pembongkar penyamaran mereka.






