UMMI Gagas “REKABUMI” di Desa Sindangraja Dari Pupuk Organik hingga Eco-School Mahasiswa KKN OVOD Kelompok 05

Foto dok : Universitas Muhammadiyah Sukabumi (UMMI)
Foto dok : Universitas Muhammadiyah Sukabumi (UMMI)

LINGKARPENA.ID | Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik One Village One Department (KKN OVOD) Kelompok 05 Universitas Muhammadiyah Sukabumi (UMMI) sukses menggelar rangkaian kegiatan Lokakarya Awal di Desa Sindangraja. Kegiatan sosialisasi program kerja ini dilaksanakan dalam dua sesi, yakni untuk tingkat masyarakat desa pada Jumat (10/7/2026) dan tingkat sekolah pada Selasa (14/7/2026).

Mengusung tema “Mengabdi Seperti Akar Menguatkan dari Dasar, Menopang Pemberdayaan”. Kelompok 05 memaparkan sejumlah program kerja strategis yang berakar pada permasalahan nyata di lapangan. Tema tersebut diwujudkan melalui inisiatif REKABUMI Reduksi dan Kelola Sampah Sukabumi.

Baca juga:  Tahanan Rutan Polres Sukabumi Ikut Vaksin

Fokus Pemberdayaan di Tingkat Desa Pada lokakarya pertama yang dihadiri oleh Pemerintah Desa, tokoh masyarakat, dan warga, tim KKN UMMI memaparkan program utama yang menyasar sektor lingkungan, pertanian, dan peternakan.

Program utama yang diusung meliputi, Pelatihan Pembuatan POC Pupuk Organik Cair,  untuk meningkatkan produktivitas pertanian.

Produksi Biochar. Sebagai inovasi penyubur tanah yang ramah lingkungan.

Baca juga:  Kick Off Program UMMI Bahas Hibah Kemahasiswaan dan Prestasi Mahasiswa

Pembuatan Silase. Pakan ternak alternatif bernutrisi tinggi bagi peternak.

Selain itu, sebagai program pendukung, mahasiswa juga akan menjalankan Edukasi Lingkungan dan Optimalisasi Website Desa guna mendorong transparansi dan keterbukaan informasi publik di era digital.

Sementara itu, lokakarya sesi kedua difokuskan pada dunia pendidikan. Bersamaan dengan Masa Ta’aruf Murid Madrasah (MATAMUDA), mahasiswa menyasar MA Nurul Hasanah sebagai mitra utama. Wujudkan Eco-School di MA Nurul Hasanah

Baca juga:  Bupati Sukabumi Meriahkan Pesta Kesenian Adat Karo, Pererat Persatuan dan Kesatuan Bangsa

Di sini, mahasiswa mengajak para siswa untuk menerapkan konsep Sekolah Ramah Lingkungan atau Eco-School. Program ini akan diwujudkan melalui pembentukan Bank Sampah Sekolah.

Para siswa akan dilibatkan langsung dalam pengelolaan limbah melalui kegiatan praktis seperti budidaya maggot, pembuatan ecobrick, produksi kompos, hingga praktik pembuatan silase.

Tak hanya peduli lingkungan, mahasiswa juga menyiapkan program Pendampingan Nilai AIK Al-Islam dan kemuhammadiyahan, untuk memperkuat karakter dan spiritualitas siswa.

Pos terkait