LINGKARPENA.ID | Suasana hangat dan penuh kebersamaan menyelimuti Kampung Cisarua, Desa Buniwangi, Kecamatan Surade, Kabupaten Sukabumi, Minggu (21/6/2026). Tangis kecil anak-anak yang akan menjalani khitan sesekali terdengar, namun segera berubah menjadi senyum setelah mendapat dukungan dari keluarga dan para petugas medis.
Sebanyak 90 anak dari sejumlah kecamatan di Wilayah VI Jampangkulon mengikuti program khitanan massal gratis yang digelar keluarga besar Cahaya Mandiri Grup. Kegiatan sosial tersebut merupakan agenda rutin tahunan yang diprakarsai pemilik perusahaan, H. Ade N. Susman, sekaligus menjadi bagian dari rangkaian peringatan haul keluarga.
Pelaksanaan khitanan tahun ini dilakukan secara bertahap. Sebanyak 37 anak telah menjalani khitan pada 20 Juni 2026, kemudian 43 anak pada Minggu (21/6/2026), dan 10 anak lainnya dijadwalkan mengikuti khitan pada 28 Juni 2026.
Perwakilan panitia, Ujang Hendra, mengatakan kegiatan tersebut telah menjadi tradisi keluarga yang secara konsisten dilaksanakan setiap 10 Muharam sejak 2015.
“Khitanan massal ini merupakan bentuk kepedulian keluarga Bapak Haji Ade kepada masyarakat. Kami ingin membantu meringankan beban orang tua yang ingin mengkhitankan anaknya, tetapi terkendala biaya. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi bagian dari haul keluarga,” ujar Ujang.
Ia menambahkan, seluruh peserta tidak hanya memperoleh layanan khitan secara gratis, tetapi juga menerima uang santunan serta bingkisan sebagai bentuk perhatian kepada anak-anak yang mengikuti kegiatan tersebut.
“Kami juga melibatkan tenaga medis yang berpengalaman agar proses khitan berjalan aman dan nyaman. Tim medis dipimpin langsung oleh dr. Hikmat Gumelar sehingga pelayanan kepada peserta dapat dilakukan secara maksimal,” katanya.
Sementara itu, dr. Hikmat Gumelar memastikan seluruh rangkaian pelaksanaan berjalan dengan baik.
“Alhamdulillah, sejak kegiatan dimulai seluruh proses berjalan lancar. Tidak ada kendala berarti, dan kondisi anak-anak setelah dikhitan juga dalam keadaan baik,” ungkapnya.
Bagi sebagian keluarga, kegiatan ini bukan sekadar layanan kesehatan gratis, melainkan jawaban atas harapan yang telah lama mereka simpan.
Salah satunya dirasakan Usup (52), warga Kecamatan Ciracap. Dengan wajah penuh syukur, ia mengaku akhirnya dapat mengkhitankan cucunya tanpa harus memikirkan biaya yang selama ini menjadi kendala.
“Saya sangat bersyukur dan berterima kasih kepada keluarga Haji Ade serta panitia. Sudah lama saya ingin mengkhitankan cucu, tetapi belum memiliki biaya. Alhamdulillah sekarang bisa terlaksana,” tuturnya.
Apresiasi juga datang dari warga lainnya. Badru (59), warga Kecamatan Surade, menilai kegiatan tersebut menjadi bukti nyata kepedulian terhadap masyarakat.
“Semoga rezeki Pak Haji Ade semakin dilimpahkan. Bukan hanya mengadakan khitanan massal, ribuan warga yang hadir pun mendapatkan nasi kotak. Ini bentuk kepedulian yang luar biasa,” katanya.
Di tengah semangat berbagi pada momen 10 Muharam, kegiatan sosial yang telah berlangsung lebih dari satu dekade itu kembali memperlihatkan bahwa kepedulian tidak selalu diukur dari besarnya bantuan, tetapi dari konsistensi untuk terus hadir dan memberi manfaat bagi sesama.






