LINGKARPENA.ID | Dalam kurun waktu kurang dari dua hari, wilayah hukum Polres Sukabumi Kota dihebohkan oleh dua peristiwa penemuan jasad yang terjadi di lokasi berbeda. Kedua kasus tersebut kini masih dalam penanganan aparat kepolisian guna mengungkap penyebab kematian masing-masing korban.
Peristiwa pertama terjadi pada Selasa (23/6/2026) siang di sebuah hotel di kawasan Jalan Stasiun, Kecamatan Cikole, Kota Sukabumi. Seorang perempuan ditemukan meninggal dunia di dalam kamar hotel setelah petugas mencurigai korban belum juga keluar meski waktu menginapnya telah berakhir.
Pihak hotel kemudian membuka kamar menggunakan kunci cadangan dan mendapati korban sudah tidak bernyawa. Temuan tersebut langsung dilaporkan ke Polsek Cikole.
Kapolsek Cikole, Kompol Ma’ruf Murdianto, mengatakan anggotanya bersama tim identifikasi segera melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Berdasarkan pemeriksaan awal, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.
Jenazah kemudian dievakuasi ke kamar jenazah RSUD R. Syamsudin, S.H. untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut guna memastikan penyebab kematian. Polisi juga masih berupaya mengungkap identitas korban. Dari lokasi, petugas mengamankan sebuah tas milik korban, sementara telepon genggam yang diduga milik korban tidak ditemukan.
Selain itu, penyidik telah meminta keterangan dari petugas hotel yang mengetahui kedatangan korban dan masih mendalami kemungkinan adanya pihak lain yang sempat bersama korban sebelum ditemukan meninggal dunia.
Belum genap sehari berselang, peristiwa serupa kembali menggegerkan warga Kota Sukabumi.
Rabu (24/6/2026) sekitar pukul 04.50 WIB, seorang pria ditemukan meninggal dunia di samping sebuah gerai minimarket di Jalan Cemerlang, Kampung Cikareo, Kelurahan Sukakarya, Kecamatan Warudoyong.
Korban diketahui bernama Ende Nur Jaya (47), seorang buruh harian lepas yang juga dikenal warga sebagai mantan Ketua RT di lingkungan tempat tinggalnya. Ia pertama kali ditemukan oleh seorang mahasiswa yang sedang melintas sebelum akhirnya melaporkan kejadian tersebut kepada pihak kepolisian.
Petugas dari Polsek Warudoyong bersama Satreskrim Polres Sukabumi Kota dan Tim Inafis langsung mendatangi lokasi untuk melakukan olah TKP, mengumpulkan keterangan saksi, serta memeriksa rekaman CCTV di sekitar lokasi.
Hingga kini polisi masih menyelidiki penyebab pasti kematian korban. Namun keluarga dan rekan korban mengaku kehilangan sepeda motor yang biasa digunakan korban untuk bekerja sebagai pengemudi ojek. Motor matic tersebut tidak ditemukan di lokasi penemuan jasad sehingga memunculkan dugaan adanya tindak pidana yang masih didalami penyidik.
Kasus ini masih berada dalam tahap penyelidikan, sementara jenazah korban telah dibawa ke RSUD R. Syamsudin, S.H. untuk keperluan pemeriksaan medis.
Dua peristiwa yang terjadi secara beruntun tersebut menjadi perhatian masyarakat Kota Sukabumi. Kepolisian mengimbau masyarakat untuk tidak berspekulasi terkait penyebab kematian kedua korban dan menyerahkan sepenuhnya proses pengungkapan kepada penyidik yang saat ini masih bekerja mengumpulkan alat bukti dan keterangan saksi.






