LINGKARPENA.ID | Suara benturan keras memecah suasana pagi di Kampung Nagrak 1, Desa Nagraksari, Kecamatan Jampangkulon, Kabupaten Sukabumi, Minggu (9/8/2026).
Sebuah truk boks Isuzu bernomor polisi F 8441 TF mendadak oleng setelah berupaya menghindari sepeda motor yang melintas dari arah berlawanan. Kendaraan tersebut kemudian menghantam tiang telepon yang berada di sisi jalan.
Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 09.40 WIB itu bukan sekadar kecelakaan lalu lintas biasa. Titik tersebut disebut warga kembali menjadi lokasi kecelakaan. Bahkan, insiden kali ini tercatat sebagai kejadian ketiga di lokasi yang sama dalam kurun waktu sekitar sepekan.
Saksi mata, Redi Ardian, menuturkan truk datang dari arah Jampangkulon. Ketika berada di lokasi kejadian, truk berpapasan dengan sepeda motor yang diduga tengah menyalip kendaraan lain.
Situasi yang berlangsung cepat membuat pengemudi truk mengambil tindakan menghindar.
“Truk dari arah Jampangkulon. Saat berpapasan dengan motor, sepertinya pengemudi berusaha menghindari agar tidak terjadi tabrakan, lalu banting setir ke kiri,” kata Redi.
Namun, upaya tersebut justru membuat kendaraan keluar dari jalurnya dan menghantam tiang telepon di pinggir jalan.
Benturan cukup keras. Bagian depan truk mengalami kerusakan parah, sementara kaca depan pecah. Pengemudi dan kernet juga mengalami luka, termasuk luka di bagian kepala.
Keduanya kemudian dievakuasi ke RSUD Jampangkulon untuk mendapatkan perawatan medis.
“Pengemudi dan kernet mengalami luka dan langsung dibawa ke rumah sakit. Untuk korban meninggal dunia, tidak ada,” ujar petugas di lokasi.
Tak lama setelah kejadian, Anggota Polsek Jampangkulon, Aipda Herman Jaya dan Bripka Sucipto Bayu Ningrat, bersama Bhabinkamtibmas Briptu Pelik, mendatangi lokasi.
Petugas melakukan penanganan awal, olah tempat kejadian perkara serta mengatur arus kendaraan agar tidak terjadi kemacetan maupun kecelakaan susulan.
Dari pemeriksaan awal dan keterangan saksi, kecelakaan diduga bermula ketika pengemudi truk berusaha menghindari sepeda motor yang melintas dari arah berlawanan.
Meski demikian, kepolisian belum menyimpulkan penyebab kecelakaan secara final. Pemeriksaan lebih lanjut masih dilakukan untuk memastikan rangkaian peristiwa dan faktor yang memicu kecelakaan tersebut.
Yang menjadi perhatian warga, kejadian ini kembali terjadi di titik yang sama. Tiga kecelakaan dalam sepekan membuat lokasi tersebut mulai dipandang sebagai titik yang perlu mendapat perhatian lebih.
“Ini sudah yang ketiga dalam seminggu di lokasi yang sama. Mudah-mudahan ada perhatian, supaya tidak terus terjadi kecelakaan di sini,” kata Redi.






