Besok, BPBD Sukabumi Uji Coba Sirine Tsunami, Warga Palabuhanratu-Loji Diminta Tetap Tenang

LINGKARPENA.ID | Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi melalui Pusdalops PB akan melaksanakan tes aktivasi atau uji coba sirine tsunami pada Sabtu, 26 September 2026.

 

Uji coba tersebut dijadwalkan berlangsung mulai pukul 10.00 WIB dan menyasar sejumlah titik di wilayah pesisir Palabuhanratu hingga Loji. Kegiatan ini dilakukan sebagai bagian dari pengujian sistem peringatan dini tsunami sekaligus memastikan perangkat sirine dapat berfungsi dengan baik.

Baca juga:  BPBD Kabupaten Sukabumi Laporkan Situasi Aman, Nihil Kejadian Bencana Sabtu 18 Oktober 2025

 

Koordinator Lapangan Pusdalops BPBD Kabupaten Sukabumi, Daeng Sutigna, mengingatkan masyarakat, termasuk warga maupun wisatawan yang sedang atau akan berlibur di kawasan Palabuhanratu, Loji dan sekitarnya, agar tidak panik ketika mendengar bunyi sirine.

 

“Mengingatkan kembali untuk Bapak/Ibu maupun warga masyarakat yang sedang maupun yang akan liburan ke wilayah Palabuhanratu-Loji dan sekitarnya, jangan panik dan tetap tenang. Sabtu, 26 September 2026 pukul 10.00 WIB, kami Pusdalops PB BPBD Kabupaten Sukabumi akan melakukan tes aktivasi uji coba sirine tsunami,” ujar Daeng, Jumat ( 25/9/2026 ).

Baca juga:  Cuaca Ekstrem Picu Rumah Ambruk dan Longsor di Sukabumi, BPBD Siaga Penuh di Akhir Libur Lebaran

 

Menurutnya, masyarakat diimbau memahami bahwa bunyi sirine pada waktu tersebut merupakan bagian dari uji coba, sehingga tidak perlu melakukan kepanikan atau evakuasi akibat aktivasi sirine tersebut.

 

Berdasarkan informasi BPBD Kabupaten Sukabumi, terdapat lima titik yang menjadi lokasi tes aktivasi sirine tsunami, yakni Kelurahan Palabuhanratu, Dermaga PPN, Gedung Pusat GIC, Kantor Balawista, serta Pantai Loji, Desa Loji, Kecamatan Simpenan.

Baca juga:  Angin Kencang dan Hujan Es yang Melanda Bojonggenteng, 52 Rumah Ter Dampak, BPBD Sukabumi: Penanganan Segera Dilakukan

 

BPBD juga mengimbau masyarakat tetap memperhatikan informasi resmi dari pemerintah dan tidak mudah mempercayai maupun menyebarkan informasi yang belum terverifikasi.

 

Uji coba ini diharapkan dapat memastikan kesiapan sistem peringatan dini sekaligus meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap keberadaan sirine tsunami, khususnya di kawasan pesisir Kabupaten Sukabumi.

Pos terkait